Untukmu yang Aku Hormati Dengan Sepenuh Hati

Untuk ke sekian kalinya aku mengantarkan pupuk untuk penyubur sawahmu. 
Agar tumbuh subur padimu. 
Agar menghasilkan bulir-bulir beras yang berisi. 

Aku rasakan berat terasa sekarung pupuk itu. 
Dan engkau memanggulnya sampai sekarang. 
Badanku penuh peluh. 
Dan setiap hari badanmu berkeringat dengan deras. 
Aku terkotori tanah. 
Engkau seharian bersama tanah. 

Ingin sekali aku mengangkat namamu. 
Dengan menjadi krsayanganmu. 
Biar dunoa tahu aku adalah anakmu. 
Agar semua orang tahu bahwa aku buah hatimu. 


logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.