Tahajud Tanpa Tidur, Kapok?

Kapan Tahajud dilakukan? Pertanyaan ini selalu terdengar dari orang orang-orang yang cukup menarik hati. Saya sendiri lebih suka Tahajud di malam hari. Teman sebelah menyahut "Tahajud dari dulu dilakukan di malam hari pemirsa. "

Saya menjawab, bukankah pernyataan saya tidak salah? " 

Pernyataannya memang tidak salah tapi berpotensi menimbulkan salah tafsir. Karena malam hari ini waktu yang tepat berada di antara maghrib dan Isya. Yang dimaksud oleh pembaca ada tiga :
  1. Waktu tahajud di malam hari itu dari pukul berapa ke pukul berapa. Bolehkah dilakukan setelah Maghrib dan sebelum Isya? Masihkah disebut Tahajud apabila dilakukan setelah Shubuh? 
  2. Kapan waktu terbaik untuk melakukan Tahajud? Apakah di tengah malam atau di penghujung malam terakhir? 
  3. Bolehkah Tahajud tanpa didahului tidur? 
Artikel ini mencoba menjawab pertanyaan yang ketiga itu. Tentunya berdasarkan pengetahuan penulis. Bila ada yang benar bolehlah dibagikan dan bila keliru lebih baik segera menghubungi kami.

Saya mendengar ada ulama yang menjawab pertanyaan ini. Beliau memperbolehkan shalat malam sebelum tidur. Hanya saja ia menjelaskan bahwa secara umum shalat malam yang dilakukan sebelum tidur tidak dikatakan sebagai Tahajjud.

Namun apabila ditinjau secara khusus maka shalat malam yang dikerjakan sebelum tidur masih bisa dikatakan tahajud. Apalagi shalat ini dilakukan karena sebab ada kekhawatiran tidak akan mampu dilaksanakan setelah tidur.

Sebab-sebab yang bisa dibenarkan antara lain karena faktor kelelahan. Seseorang yang merasakan badannya tidak dalam kondisi yang bagus dan ia curiga tidak akan mampu bangun malam maka boleh shalat Tahajud sebelum tidur.


logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.