PD Boleh, Asalkan Jangan KePDan

Percaya diri dalam tataran tertentu diperbolehkan dengan takaran tidak merendahkan orang lain yang berujung pada menolak kebaikan dan penghinaan kepada pihak lain. Bila melewati batas ini sama sekali tidak diperbolehkan. 

Geli rasanya saat kita melihat orang yang kePDan.  Saat ada seorang yang memperhatikannya ia menyangka orang itu jatuh cinta padanya. Padahal siapa tahu orang itu merasa aneh dan heran memperhatikan tingkah dan gayanya. 


Cerita Lucu

Saya mendengar cerita lucu yang mungkin ada kaitannya dan bisa menjadi contoh yang baik dan saya rasa sangat tepat. Kelanjutannya dapat dibaca dalam baris-baris berikut ini. Silahkan dibaca sampai baris terakhir. 

Di sebuah rumah ibadah sudah berkumpul para jamaah yang akan mengerjakan ibadah. Pengkhotbah sudah siaga berdiri pada mimbarnya. Sesaat kemudian ia langsung menyampaikan isi khotbahnya yang  syahdu. 

Banyak jamaah yang menangis tersedu mendengar khutbahnya. Dan di salah satu sudut terlihat ada jamaah yang menangis tersedu-sedih. Sepertinya ia begitu terbawa emosi hingga tangisnya tidak berhenti. 

Melihat orang itu sang pengkhotbah semakin bersemangat. Ia begitu menggebu-gebu menyamoaikannya.  Semakin lama semakin banyak pula yang menangis mendengarkan pernyataannya tidak terkecuali  orang yang duduk di sudut tadi.

Setelah pelaksanaan ibadah selesai sang pengkhotbah menghampiri orang yang di pojok tadi. Ia masih terduduk dan matanya masih basah. Sang pengkhotbah bertanya kepadanya. 

"Mengapa engkau begitu bersedih?"
Orang itu tidak menjawab. 

"Apakah karena mendengar khotbahku? "
Orang itu mengangkat kepala yang sejak tadi tertunduk. 

Ia mengatakan, 
"Saya  menangis bukan karena mendengar khotbah anda. "

"Lantas kenapa  ..."

"Saya menangis karena ingat pada kambing saya yang baru saja hilang. "

"Terus....?! "

""Saya ingat, janggot tuan sama dengan  janggot  kambing  saya."

"


logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.