Hidup Berkah dengan Menjalin Persahabatan

Persahabatan adalah saling mendukung dan berkunjung. Saat sang sahabat adalah maksud tertentu yang baik maka dukungan diberikan dengan carita mengunjunginya. Kehadiran sang sahabat sangat membahagiakan. Apalagi bila ia datang jauh-jauh hanya memenuhi undangan dan memperlihatkan dukungan. 

Persahabatan sejati adalah yang berdasarkan pada agama.  Ia bersama sahabatnya untuk bersama-sama beribadah. Bentuk dukungannya adalah dengan jalan saling menasihati dan ajakan ke jalan taqwa. 

Alangkah bahagiannya saat pernikahan saya 1 tahun ke belakang. Saat itu hadir sahabat-sahabat dari Bandung, Subang, Majalengka, Ciamis. Mereka jauh-jauh datang meskipun harus berpayah-payah datang ke Cidaun - sebuah kecamatan di wilayah kabupaten Cianjur. 

Saat ini kami berkumpul bersama lagi dalam rangka menghadiri pernikahan sahabat kami tercinta. Canda tawa terdengar begitu kami bertemu dalam suasana yang akrab dan menyenangkan. 

Saya sendirian datang ke Ciamis dengan terlebih dahulu singgah di pesantren tempat saya belajar mengaji. Sepanjang jalan saya mengabadikan momentum ini dalam jepretan kamera smartphone saya. 

Di lingkungan pesantren saya sempat menikmati cuanki,  semangka,  dari paman penjual cuanki dan buah-buahan yang sejak dulu suka mangkal di pesantren saat menjelang zhuhur.empat pula saya berbincang dengan Ibu-Ibu dapur  yang suka membantu menyiapkan Makanan para santri.

Selanjutnya saya menemui Ibu atau kami menyebutnya Umi.  Saat itu kami bertemu dengan ibu dan berbincang dengann beliau-beliau tentang berbagai hal dari mulai anak hingga soal lainnya. 

Setelah itu saya sempat menikmati makanan yang dihidangkan. Saat itu tersedia opor ayam, pepes tahu,  dan air dingin. Nikmat rasanya cita rasa makanan itu sama seperti yang sering saya cicipi dulu saat belajar di sini. 

Menjelang zhuhur datang senior Kami dan selanjutnya kami berbincang lama.  Setelah Ashar saya sempat bertemu guru Kami tercinta. Beliau bertanya kapan datang, saya menjawab tadi pukul 9 pagi. 

Saya sempat menerima telepon dari istri tercinta.  Tidak lama kemudian saya menerima telepon dari salah seorang sahabat kami dan kami berbincang tentang rencana keberangkatan ke Ciamis. 

Menjelang Magrib salah satu sahabat kami datang dan menjelang Isya kami menyantap nasi liwet dengan ayam bakar sambal Cibiuk. Cukup lahap saya makan. Tidak lama setelah itu pembicaraan melalui telepon terjadi sangat intensif dan terjadi berulang kali. 

Setelah sahabat kami datang dengan membawa mobil akhirnya kami memutuskan untuk berangkat malam hari. Kami tiba di Ciamis pukul 03 menjelang shubuh.  Setelah ramah tamah dengan calon mempelai (sahabat kami)  beserta Keluarga lalu kami disuguhi ameka hidangan dan kami makan malam sambil nonton bola. 

Setelah ini akan saya posting juga foto-foto kami pada acara pernikahan sahabat Kami ini. 


logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.