UN itu Seru .... ! Betul ... ?

UN itu seru. Semua yang pernah sekolah di Indonesia (karena di sini dulu ada UN) pasti tahu itu. Meskipun ada rasa takut tiak lulus namun ketakutan itu positif. Apa positifnya? Positifnya adalah kita-kita (yang sekolah di Indonesia) menjadi bertambah semangat belajar.

Bukankah rasa takut itu negatif? Secara sepintas jawabannya ya. Namun dalam hal ini ketakutannya menjadi positif saat ia menjadi berani menghadapi UN dengan terlebih dahulu belajar dengan gigih. Apabila karena takut UN lantas berhenti sekolah ini berarti ketakutan yang negatif.

Lagi pula bagi anda yang cerdas-cerdas dan pinter-pinter seperti pembaca blog ini tentu tidak akan ada takut-takutnya saat menghadapi UN. Tapi bagi kami yang telat dalam berpikir, lambat dalam mengambil kesimpulan UN bukan perkara sembarangan.

Dimulai dengan Doa
Selalu saja kuantitas (jumlah) doa semakin ditingkatkan. Saat sendirian, siang dan malam (terutama malam, doa-doa itu terus kami panjatkan. Doa ingin lulus selalu menghiasai hari-hari kami menjelang UN.

Kualitas doa pun kami tingkatkan. Bila sebelumnya sekenanya saja dalam berdoa, namun menjelang UN kami tingkatkan kualitasnya. Pertama-tama dengan meningkatkan iman taqwa dan kesalihan. Lalu kami memilih tempat terbaik dan waktu paling mustajab untuk berdoa.

Sehari sebelum pelaksanaan UN biasanya kami akan berdoa bersama. Para orang tua pun diundang untuk memberikan doa. Kami berkumpul di halaman sekolah yang luas beserta guru dan orang tua. Sungguh ini kenangan dan suasana yang sangat membahagiakan. Pintu langit seperti terbuka.

Yang menarik lagi, bila melihat kepada teman-teman kami yang agak bengal menjelang UN terlihat lebih terkondisi. Mereka tampak lebih calm dan mengikuti pelajaran dengan lebih serius. Kami pun yang sering dikatakan anak soleh (padahal tidak begitu juga) merasa sangat bahagia.

Keseriusan Saat Ujian Berlangsung
Memang ada ketegangan saat pelaksanaan ujian. Tapi itu untuk pelajaran pertama di hari pertama. Untuk berikutnya tidak begitu menegangkan. Suasana agak tegang itu saat bel berbunyi dan pengawas yang masuk kelas bukan guru-guru kami yang biasa mendidik kami selama ini.

Satu per satu butir soal kami baca (setidaknya ini saya lakukan) meskipun tidak  semua soal kami pahami. Ini fakta yang saya alami soalnya pun tidak kami pahami tapi saya tahu ketika itu jawabannya ada dalam salah satu pilihan ganda di bawah soalnya. Tapi ini sungguh serius.

Kecemasan dalam Menanti Hasil
Setelah UN berlangsung kami merasa cemas dengan hasilnya. Hal itu karena kami tahu sendiri bahwa meskipun sekuat tenaga kami berupaya namun itu belum cukup. Tetap saja kami sangat cemas dan di balik itu ada kata-kata takut tidak lulus.

Kebahagiaan dan Keharuan Saat Lulus
Ada rasa bahagia bila saat dinyatakan lulus. Ketika itu seakan-akan dunia ini meledak dan menghamburkan ribuan ballon, bintang, bintang, gliter dan bunga-bunga. Meskipun ada juga kesedihannya bila ada salah satu (meski di sekolah lain) yang dinyatakan tidak lulus.

Itulah sekilas catatan saya. Silahkan bagikan catatan anda tentang UN ini.


logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.