Mungkin Inilah Kemarahan yang Diampuni Bahkan Berpahala

Kemarahan merupakan akibat dari adanya sesuatu hal yang tidak disukainya. Mungkin saja itu menyinggung perasaan atau menohok harga diri yang selama ini dijaga dengan ketat. Sesuatu yang memicu kemarahan dipandang sebagai ancaman terhadap sesuatu yang dianggap penting.

Contoh Terbaik

Dalam mengelola kemarahan sesungguhnya telah dibicarakan secara luas oleh para Nabi termasuk Nabi Muhammad SAW. Belum adalah orang yang paling stabil psikologinya. Bagaimana tidak, Allah lah yang mendidiknya. 

Beliau menasihati, "Jangan marah!". Nasihat beliau kepada orang Badui kala itu tentu merupakan nasihat yang penuh dengan kemanfaatan. Kita yang hidup di zaman moderen sekarang ini merasakan dan membuktikannya.

Rasulullah bersabda, "Bila engkau marah saat berdiri, maka duduklah!" Begitulah, dalam beberapa kesempatan saya menghayati bahwa kemarahan ini bagaikan api dan memang seperti itu, sangat persis.

Apa sifatnya api? Api sifatnya membumbung tinggi dan berupaya untuk bertambah besar. Api akan bertambah besar bila masih ada yang bisa dibakarnya. Maka api amarah itu akan bertambah besar apabila ada pemicu dan bahan bakarnya. Apa itu? Sikap tubuh yang menunjukkannya, termasuk berdiri.

Nabi Muhammad bersabda, "Bila engkau marah, maka berwudhu lah!" Ungkapan yang sangat singkat namun sangat lmiah. Api harus dipadamkan dengan air. Api amarah harus dipadamkan dengan cara berwudhu.


Kemarahan yang Diampuni
Termasuk kemarahan yang diampuni adalah kemarahan seseorang kepada dirinya atas kelalaian dan kesalahannya. Sikap ini -menurut saya- termasuk bagian dari penyesalan yang merupakan syarat betaubat.

Kemarahan seperti ini in sya Allah  akan mendatagkan ampunan bila kemudian ddikuti dengan perbuatan yang dapat menghapusnya. Di antaranya adalah istighfar dan amal shalih serta tidak melakukan hal yang sama nantinya.


Kemarahan yang Berpahala
Saat ada orang yang menghina diri Rasulullah SAW dengan tuduhan gila, penyair, tukang sihir, ahli tenung, pendongeng, dan seterusnya, Rasulullah SAW tidak marah. Bahkan saat penganiayaan terhadap dirinya terjadi ia tidak marah.

Namun saat syi'ar-syiar agama Allah, panji-panji Islam, dan ajaran-ajaran dinullah dihina maka Rasulullah SAW marah. Namun perlu digarisbawahi bahwa Rasulullah SAW melakukannya karena Allah semata.

Demikian catatan kami mengenai Mungkin Inilah Kemarahan yang Diampuni Bahkan Berpahala. Semoga note ini bermanfaat. Tentunya ini adalah catatan dan pendapat pribadi saya yang jauh dari kata bagus. Oleh karena itu tegur sapa yang membangun sangat kami perlukan.

Mungkin Inilah Kemarahan yang Diampuni Bahkan Berpahala

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.