Begini Akibatnya Naik Pohon Jambu Tidak Memakai Celana (Cerita Lucu)

Cerita ini mengandung sindiran dan tuntunan meskipun dikemas dalam sebuah cerita yang sangat lucu. Pelajaran yang diambil adalah "Hendaklah Setiap Orang Meluruskan Niatnya".

Beginilah selanjutnya:

Suatu saat ada seorang anak kecil, perempuan, yang sedang lincah-lincahnya, sedang bermain bersama teman-temannya di halaman sebuah masjid yang luas dan bersih. Terlihat banyak orang yang keluar masuk ke masjid itu.

Setelah lama bermain tanah anak-anak perempuan itu sepakat untuk naik ke pohon jambu yang berada tidak jauh dari tempat mereka bermain rumah-rumahan dari tanah. Mereka satu persatu naik ke pohon Jambu dan mulai mengambil dan memakan buahnya.

Tidak lama kemudian, Pak Haji yang baru selesai sembahyang keluar dari masjid. Karena ia mendengar suara berisik dari atas pohon maka ia menoleh ke atas, dan ia menemukan anaka-anak itu di sana.

Mata Pak Haji sedikit berkerut dan memicing, karena ia memperhatikan ternyata anak-anak itu tidak memakai celana hingga "mustikanya" terbuka. Selanjutnya Pak Haji menyuruh mereka turun.

Setelah anak-anak itu turun mereka diomelin oleh Pak Haji. Selanjutnya Pak Haji memberi uang kepada masing-masing anak Rp 50.000 dan menyuruh mereka untuk membeli celana. Selanjutnya Pak Haji menyuruh mereka pulang.

Anak-anak itu akhirnya pulang ke rumahnya masing-masing. Sesampainya di rumah ada salah satu anak yang menceritakan kejadian ini bahwa ia dan teman-temannya dikasih uang Rp 50.000 oleh Pak Haji untuk membeli celana karena katanya tadi mereka menaiki pohon Jambu tidak meakai celana dalam.

Mendengar cerita dari anaknya tadi, Si Ibu seperti mendapatkan ide dan ia terinspirasi untuk melakukan hal yang sama (tentu dengan tjuan yang berbeda). Ia bertekad untuk melakukannya.

Menjelang Shalat Jamaah (Zhuhur) akan selesai, Ibu tersebut segera naik ke atas pohon Jambu dan ia ngkring di sana (tentunya tidak memakai celana). Ia cukp lama berdiam di sana.

Begini Akibatnya Naik Pohon Jambu Tidak Memakai Celana (Cerita Lucu)
Setelah ia memperhatikan bahwa jamaah akan bubar ia segera bersiap. Setelah jamaah lain kembali ke tempatnya masing-masing ternyata Pak Haji pulang belakangan. Si Ibu semakin bersiap dan kemudian ia beraksi untuk mencari perhatian.

Melihat pohon Jambu yang bergoyang-goyang Pak Haji berhenti lalu menengok ke atas, dan ia cukup kaget setelah melihat penampakkan di atas pohon Jambu. Dengan nada tinggi Pak Haji menyuruh Ibu tadi untuk turun.

Setelah turun Pak haji mengomel kepada Ibu tadi (dan si Ibu siap-siap dan tenang saja). Setelah ngomel agak panjang dan lama akhirnya Pak Haji meraba sakunya (Si Ibu semakin senang). Dan Pak haji memberinya uang sebesar Rp 500 saja dan mengatakan "Pergi ke warung, sana. Sana beli silet."

Tamat ceritanya. 

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.