Yang Aku Tidak Harapkan Terjadi Pada Generasiku

Setiap kali ada acara di sekolah atau pun di tempat lain selalu ada kebiasaan kaya "OSPEK" pada zaman dahulu kala. Saat itu para peserta dituntut untuk berjiwa patriotis, menampakkan kerjasama yang baik, pemberani, siap angkat bicara, dibina untuk mau unjuk kerja.

Salah satu yang selalu ada adalah bahwa kegiatan ini bertujuan untuk kemajuan bangsa sebagaimana yang diamanatkan dalam pemukaan UUD tahun 1945. Semua untuk kemajan nusa bangsa dan agama.
 
Kawan . . . Jangan bengong. Lakuakn sesuatu yang bermanfaat untuk agama
 

Kurikilum 2013 yang diluncurkan berupaya memperbaiki segala yang kurang dalam sistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan ang lebih menitikberatkan pada kemampuan kognitif sudah mulai dikesampingkan. Kecerdasa spiritual dan emosional mendapat posisi yang sangat menentukan.

Pertama, Saya khawatir bila generasiku selanjutnya lemah imannya. Ini sangat berbahaya. Karena iman adalah pangkal dari semua kecerdasan. Orang yang beriman adalah orang yang menggunakan akalnya dan bergelar orang-orang berakal. Orang beriman adalah orang yang akan dapat melipatgandakan kemampuan akal dan kecerdasannya.

Kedua saya khawatir bila generasi seterusnya lemah menta. Mereka penakut, minder, munafik, dan seterusnya. Bila karakter kuat yang baik pada dirinya hilang maka berkuranglah potensi pada dirinya. Karena iman membutuhkan modal karakter yang akan menopangnya.
 
Ketiga saya khawatir bila mereka lemah badannya. Kekuatan fisik tidak bisa dipungkiri adalah kekuatan yang penting. Badan yang kuat dapat menjadi penunjang keimanan yang ada dalam dada setiap insan.

Bila melihat kondisi generasi zaman sekarang umumnya mereka berbadan sehat dan berotak cerdas. Maka tinggallah satu saja yang hars terus ditanamkan, dipupuk, dan dijaga yaitu persoalan Iman dan Amal shalih.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.