Mengapa Banyak Yang Mengikuti Dimas Kanjeng Taat Pribadi Hingga Kalangan Ilmuwan?

by Wita Saida , at Oktober 19, 2016
Catatan bukan untuk memberi solusi dan asli merupakan keheranan dari seorang penggemar berita di TV. Saya memperhatikan begitu kuat pengaruhnya sesuatu yang bernama UANG ini. Apa ini betul? Silahkan jawab serempak ...... Ya

Bukan orang lain yang mengalami bahkan yang kami yang menulis catatan ini merasakannya sendiri. Dulu saat mau masuk kuliah di salah satu universitas di bandung saya sempat ingin mengurungkan niat gara-gara melihat biaya yang harus dibayarkan oleh orang tua saya.

Gambar uang : dari google


Rasanya tidak tega orang tua yang hanya bekerja sebagai petani harus membayar sejumlah uang yang katanya termasuk paling murah sedunia. Murah mungkin kata mereka yang kaya dan bagi kami itu tetap saja mahal.

Bahka hingga saya semester lima kala itu berniat kembali untuk tidak menyelesaikan kuliah lagi-lagi karena ketidak-tegaan saya melihat orang tua harus membiayai kuliah saya. Belum lagi biaya sehari-hari.

kalau yang itu salah saya sendiri yang tidak bisa menghasilkan uang seperti kawan-kawan saya saat itu yang sudah berpenghasilan bahkan dari semasa mereka duduk di bangku SMA. Hebat ya mereka?!

Yang ingin saya utarakan dari kalimat dan alinea yang panjang itu adalah betapa persoalan uang bisa membuat sesorang mempunyai pemikiran lain dan orientasinya menjadi berubah. yang kuat mentalnya akan jalan terus.

Siapa orangnya yang tidak menyukai uang.
Ini adalah sarana yang nyata yang bisa digunakan untuk amal-amal yang besar dan spektakuler.

Namun begitu mengapa orang bisa menjadi bodoh saat berhadapan dengan ini. Seolah semua pemikiran tidak jalan. Bahkan bukan hanya yang  memiliki taraf pendidikan yang rendah saja yang terbuah bahkan orang dengan intelektual yang tinggi saja sudah terjebak.

Mengapa begitu?
Silahkan ..##
Mengapa Banyak Yang Mengikuti Dimas Kanjeng Taat Pribadi Hingga Kalangan Ilmuwan?
Mengapa Banyak Yang Mengikuti Dimas Kanjeng Taat Pribadi Hingga Kalangan Ilmuwan? - written by Wita Saida , published at Oktober 19, 2016
Comment disabled
Copyright ©2013 Sarip Hidayat by
Theme designed by Damzaky - Published by BLOG MR.W
Powered by Blogger