Keuangan dalam Islam itu Bagian dari Agama (Ada Aturannya)

Mari bicara soal keimanan.
Iman ini bukan hanya soal hati.
Tapi soal akal juga.
Orang yang tidak beriman dikatakan tidak berakal.

Iman ini tentang suatu kabar.
Apakah bisa dipercaya atau tidak.
Sesuai dengan common sense apa tertolak.
Tentunya isi content itu bisa di tolak atau diterima.
Dan tentang isi informasi ini bisa menjadi multi tafsir.

Mempelajari profile penyampainya sangat penting.
Dapatkah ia dipercaya.
Pernah bohong atau tidak.
Apa bicaranya jelas.
Apa dia pernah keliru menyampaikan berita.
Apa ia pernah salah paham dengan berita yang dibawanya.
Apakah ia pernah menambah-nambah berita yang disampaikannya.

Iman dan akal itu adalah sahabat yang tidak terpisah.
Bukan yang berakal bila tidak beriman.
Dan beragama tapa akal imannya dipertanyakan.
Karena amalan tanpa ilmu tidak diterima.

Dan Muhammad Rasulullah SAW mengatakan dan mengabarkan.
Bahwa shadaqah itu berguna.
Ini benar bukan dan kenyataan.
Buktinya sangat senang bila dikasih hadiah.
Sangat senang bila ditraktir.

Namun shadaqah itu ternyata berguna juga untuk yang melakukannya.
Bukan hanya jiwanya jadi bahagia.
Ternyata kesehatan financialnya semakin bagus.
Ia menjadi peka dan terbuka.
Ini modal yang besar untuk melanjutkan usaha.

Lebih mendalam shadaqah itu berguna untuk menghindari bahaya.
Hanya dengan satubutir kurma jadi jauh dari neraka.
Begitu yang dikabarkan oleh Muhammad Nabi Islam.

Ini tentang iman.
Buktikan dan pikirkan.
Karena iman soal akal juga.



اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ وَالقَلِيلِ مِنَ الصَّدَقَةِ
 

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.