Hikmah dari Kelahiran Buah Hatiku

by Wita Saida , at Oktober 15, 2016
Pertama-tama saya harus mengucapkan Shadaqallahul'azhim atas semua kebenaran Al-Qur'an. Semua yang diajarkan dan diinformasikan semuanya benar. Dan Kedua saya harus mengatakan Tabaarakallahu ahsanulkhaaliqiin sebagaimana Umar Ibn. Al-Khatthab saat menyimak Ayat 14 Surah al-Mu'minun.

Setelah memikirkan kejadian penciptaan dan kejadian manusia dari sperma hingga menjelma semua yang dikatakan Al-Qur'an semuanya benar. Fase-fase itu betapa hebatnya dan siapapu yang peka hati dan akalnya akan berucap betapa agung Penciptanya. Tabaarakallah ... kata yang bisa diucapkan untuk mengungkapkan bahwa manusia hakikatnya tidak memiliki kemampuan apapun.

Buah Hatiku

Catatan ini pun merekam betapa sakitnya seorang wanita yang melahirkan. Sakit yang bukan hanya satu atau dua menit. Sejak terasa sang buah hati akan lahir ia telah merasakan kesakitan yang tiada tara. Hingga tiba masanya untuk menghela nafas dan mengumpulkan tenaga. Akhirnya dibarengi dengan darah yang memancar sang bayi lahir dan ia tersenyum.

Saya pernah mengalami betapa sakitnya mengeluarkan sesuatu (batu) dari lubang kencing. Itu betapa menyiksa, perih, pedih, dan sakit. Itulah menahan kencing karena ada batu yang menghalangi sebesar biji pepaya saja sudah sakit apalagi elahirkan seorang bayi.

Batu yang Saya lahirkan


Ya Allah lindungilah kami dari maranahaya. dan sembuhkanlah kami yang sakit. Yang sedang sehat berilah petunjuk untuk beribadah dengan semangat. yang sedang miskin berilah kekayaan. dan yang sedang kaya semoga diberi keermawanan. Amin
Hikmah dari Kelahiran Buah Hatiku
Hikmah dari Kelahiran Buah Hatiku - written by Wita Saida , published at Oktober 15, 2016, categorized as Inggoveve , Life Style
Comment disabled
Copyright ©2013 Sarip Hidayat by
Theme designed by Damzaky - Published by BLOG MR.W
Powered by Blogger