Gatot Brajamusti dan Barsiso Balam Bin Baura

Ya Allah, Lindungilah kami dari segala keburukan diri kami, tidak ada yang bisa diminta pertolongan dan petunjuk kecuali Engkau, Tuhan Semesta Alam. Tidak ada daya untuk menjauhi maksiat dan tidak ada kekuatan untukmelakukan ketaatan selain atas pertolongan Engkau.

Sejak kecil, Guru kami tercinta Ust. H. Dadin Wajihadin bercerita. Ada seseorang dari kalangan keturunan Israil yang dianugerahi ilmu dan hikmah yang tinggi. Ia bisa terbang untuk pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Menembus bumi dan berjalan di atas lain sudah biasa saja.

Terangi dunia dengan Iman



Singkat cerita ia terperdaya oleh Iblis la'ntullah 'alaihi. Iblis menipunya hingga ulama itu meminum arak yang disebut Iblis sebagai minuman yang akan memicu kesalehan. Di awal orang itu menentang karena ia tahu meminum arak adalah kemaksiatan yang nyata.

Namun Iblis tetap mengelabuinya dengan memberikan dasar pemikiran yang kacau namun terlihat seperti menarik dan seksi. Ia mengatakan bahwa dengan meminum arak maka hati akan menyesal. Dan penyesalan itulah yang akan meningkatkan ketaatan.

Sangat seksi sekali dan ulama itu tertipu. Ia menenggak minuman itu. Orang yang terbuai itu tidak tahu bahwa arak adalah zat adiktif yang akan terus menagihnya untuk terus meminumnya. Setelah itu yang terjadi adalah orang itu tidak mampu berpikir dengan lurus. Akalnya hancur.

Mendadak ada seorang wanita lewat ke hadapannya. Akalnya yang kacau mulai berulah. Libidonya memuncak dan ia menzinainya. Setelah pengaruh arak reda ia ingat telah melakukan 2 pelanggaran berat. Dan di hatinya ada rasa takut perbuatannya terbongkar. Bagaimana bila wanita itu hamil. 

Ia tidak mau mengambil resiko dan ia mencari wanita itu lalu dibunuhnya. Tiga dosa telah dilakukannya. Dan orang kampung pun mengetahui kelakuan jahatnya. Mereka mengarak orang itu dengan tangan terikat. 

Oang itu lalu disalib di satu tiang pancang dengan muka yang tidak karuan. Semua orang menghujat dan memakinya. Dalam kepankian datang lah Iblis dan ia berjanji akan menyelamatkannya dengan satu syarata ia bersujud padanya meskipun dengan isyarat matanya.

Orang itu celaka di akhir hidupnya. Saat nafas terakhir berhembus ia dalam keadaan bersujud kepada Iblis dan kafir kepada Tuhannya.

Demikian cerita orang yang dahulu dipuja dan dipuji sebagai orang suci. Lalu bagaimana dengan yang terjadi dengan seorang anka manusia yang bernama Gatot Brajamusti ini. Bukankah ia dipuji sebagai orang yang bisa menyelesaikan problema yang tidak bisa dipecahkan orang yang punya masalah?

Dengan adanya barang terkutuk itu ia terpedaya. Semoga beliau diberi hidayah oleh Allah. Dan hidayah itu adalah hadiah bagi orang yang berprestasi. Bagaiamana caranya agar kita berprestasi menurut Allah SWT. Maka jadilah mu'min, muttaqin, muhsiniin ...

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.