Doa Penangkal Badai Mathew dan Tsunami Untuk Masyarakat Pesisir

Apa kabar sahabat semuanya?
Semoga sahabat semua diberikan kesehatan.

Apa yang paling dikhawatirkan oleh masyarakat pesisir?
Tentu tidak lain adalah cuaca buruk.

Fenomenanya bermacam-macam.
Bisa gelombang tinggi,
Badai,
Tsunami,
dan yang lainnya,
Yang tidak diketahui.

Dan ada satu lagi yang harus diwaspadai.
Krisis iman.
Benar.
Iman yang rapuh.
Akan menimbulkan bencana besar.
Bukan hanya di akhirat.
Namun di dunia pun akibatnya akan terasa.

Bukankah orang merambah hutan karean imannya kurang.
Orang mengeruk gunung hingga rata karena imannya tipis.
Orang membuang sampah sembarangan karena imannya rapuh.

Dan semua itu akan membawa bencana.
Balasannya terjadi di dunia.
Dan di akhirat lebih dahsyat lagi.

Karena kita bukan tidak tahu.
Tapi karena malas dan tidak mau tahu.
Hidup hanya mementingkan diri sendiri.

Kalaupun benar-benar tidak tahu.
Ketidak-tahuan seperti ini tidak diampuni.
Karena sekolah di mana-mana.
Sumber-sumber ilmu melimpah.
Dan orang-orang pandai banyak tersedia.

Bila masih ada iman di hati,
Itu merupakan modal yang besar.
Jangan sia-siakan dan tumbuhkan,
Hingga bercabang, berdaun, berbunga, dan berbuah lalu berbiji.

Kita tahu,
Nabi Musa pernah dikejar fir'aun dan tentaranya,
Hingga sampai di tepi laut.
Apa yang dia yakinkan.
Keyakinannya adalah Tuhannya selalu bersamanya.
Ia yang akan menunjukkan jalan.
Dan menyelamatkannya.

Lalu apa doa yang dibacakannya?
Ia mengatakan dalam doanya,
Dengan penuh keyakinan dan harapan

اَاللهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.


 Duhai Allah,
Bagi-Mu segala puji,
Dan kepada-Mu aku mengadu,
Dan Engkaulah yang pantas diminta pertolongan.
Tidak ada daya dan upaya,
Dan tidak ada kekuatan,
Kecuali karena pertolongan Allah yang Maha Agung.

Tidak lupa juga.
Dulu,
Umat Nabi Musa alaihissalam ini,
Pernah melanggar janji,
Dan mereka ini orang pesisir,
Tinggal di tepi laut,
Di pantai.
Sudah dialarang tidak boleh mencari ikan di hari tertentu,
Malah mereka memanipulasi aturan,
Akhirnya kutukan dan laknat itu tiba,
Mereka menjadi makhluk berekor.

Sekali lagi krisi iman sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat pesisir.

Kembali kepada kisah para nabi.
Masih ingat nama Nabi Yunus.
Kisahnya menjadi sangat fenomenal.
Terutama pada segmentasi saat ia ditelan ikan besar.
Anak-anak kita antusias sekali bila sudah sampai di bagian ini.

Ia tenggelam.
Dan seketika ia berada dalam perut ikan itu.
Ia berada di dalam kegelapan.

Apa yang ia bacakan?
Ia membaca dengan hati penuh permohonan dan keikhlasan:

لاَإِلهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنّيْ كُنْتُ  مِنَ الظَّالِمِيْنَ

Tidak ada tuhan selain Engkau,
Maha suci Engkau,
Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.

Sekali lagi iman di dada sangat penting.
Karena ia akan melahirkan perkataan yang baik.
Prbuatan baik akan kuat dengan iman.
Tidak menyalahkan orang lain,
Ia hanya menyalahkan dirinya sendiri.

Kisah para nabi yang mengispirasi.
Kisah Nabi Nuh sang leluhur tetap di hati.
Saat badai mulai membawa bahteranya.
Ia memanggil anaknya.
Tapi ia malah pergi ke gunung.
Ia ditegur oleh Tuhan,
Bahwa anaknya tidak beriman.
Nuh selamat dan ankanya tenggelam. 
Sekali lagi iman yang hilang akan membuat kita celaka.
Seperti ank Nabi Nuh itu.
Padahal bapaknya seorang Nabi.
Ayat-ayat Tuhan disampaikan di rumahnya.
Mukjizat terjadi di hadapan matanya.

Lalu apa yang dibaca Nabi Nuh:
Bacaannya banyak.
Dan saat itu ia membaca:
بِسمِ اللهِ مَجْراهَا وَمُرْسَاهَا


Baaimana dengan pengamalan kita akan bacaan basmalah?
Apakah hanya ada di lisan saja.
Kita bekerja membawa ajaran bismillah kah?
Meneliti juga demikian kah?
Atau bagiamana.

OK bagi masyarakat pesisir,
Tingkatkan keimanan,
Perkuat ketaqwaan,
dan hindari dan jauhi serta tinggalkan keburukan dan kejahatan.

Doa Pengkal Badai Mathew dan Tsunami Untuk Masyarakat Pesisir
أملي الجنة

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.