Inilah yang Dilupakan R Muhammad Syafii Saat Berdoa di Senayan

Doa adalah inti kehidupan manusia yang lemah. Doa berarti perintah yang ditujukan kepada yang lebih tinggi kedudukannya dari sang pendoa. Doa tulus untuk pemerintah adalah sebaik-baik doa. Karena kemaslahatannya yang luas.

Kali ini saya ingin berbagi opini dengan anda semua. Saya ingin menyoroti apa yang sedang dibicarakan banyak orang tentang doa R Muhammad Syafii Saat Rapat Paripurna di Senayan. Barang kali ini bisa menjadi sumbangan khazanah keilmuan.

 R Muhammad Syafi banyak dipuji orang dan tidak sedikit pula yang menanggapi isi doanya dengan cibiran bahkan komentar keras. Dan ini telah berlalu. Apakah Anda Akan Marah Bila Mengalami Seperti yang Dialami R Muhammad Syafii Saat Berdoa di Senayan.

Pertama

R Muhammad Syafii menjelaskan bahwa doa ini akan terbagi dua yaitu vertikal dan horizontal. Perintah yang diucapkan kepada Allah dan ajakan yang disampaikan kepada sesama manusia baik yang beriman maupun belum beriman.

Saya punya keyakinan bahwa doa yang disampaikan saat Paripurna bukanlah makna yang kedua. namun lebih menekankan pada makna yang pertama. Maka bila makna ini yang diinginkan harus disampaikan dengan memiliki unsur-unsur berikut;
  • Ikhlas
Doa ini harus disampaikan murni karena ikhlas dan benar-benar tulus dari hati yang bersih.
  • Tawadhu
Doa ini harus disampaikan dengan hati yang rendah hati. 

Bila pun makna yang kedua yang ada dalam muatan doa ini maka harus pula mempertimbangkan hal-hal berikut ini;
  • Hikmah
Doa ini harus mengandung manfaat besar dan disampaikan dengan adil dan bijaksana tidak berlebihan.
  • Mau'izhah hasanah
doa juga harus dapat mengandung pelajaran.

Untuk makna yang pertama doa yang disampaikannya bertele-tele. Pada dasarnya doa bukan memberi tahu Tuhan akan apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan. Berdoa adalah berbincang mesra dengannya.

Sedangkan makna yang kedua R Muhammad Syafii tidak tepat karena tidak sesuai dengan tidak menyampaikannya dengan bijaksana. Apa artinya ia tidak mempertimbangkan siapa, dimana, dan sedang apa ia saat itu.

Menyebutkan sesuatu hal yang aib di muka umum meskipun tidak menyebutkan nama siapa pun akan menimbulkan keresahan-keresahan. Ucapan frontal hanya pantas disampaikan kepada yang jelas-jelas memusuhi bukan dan tidak pantas disampaikan kepada saudara sendiri yang baik-baik.

Dengan saudara seiman maupun non-muslim yang baik harus hati-hati dalam mengajak (berdoa). Sindiran sekalipun tidak pantas disampaikan bila kemaslahatan itu tidak terlaksana bahkan menimbulkan kecurigaa-kecurigaan.

Kedua

Kami ingin menyampaikan bahwa doa yang meliputi segala hal secara umum lebih tepat disampaikan dari pada memperinci segala hal yang menjadi berat dan ribet. Doa Nabi Yunus singkat tapi sangat jenius dan tidak menohok orang dan ia menyalahkan dirinya sendiri. Doa Nabi Muhammad tidak terperinci dan ia memohon dua hal yang besar tidak ada sindiran dan tidak menyakiti.

Ini opini saya. Apa opini anda terhadap R Muhammad Syafii Saat Berdoa di Senayan. Silahkan kirimkan komentar.




logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.