Apakah Anda Akan Marah Bila Mengalami Seperti yang Dialami R Muhammad Syafii Saat Berdoa di Senayan

Tahukah saudara sesuatu yang paling ditakuti oleh musuh Islam. Tidak ada yang lain selain Doa. kaum muslimin yang berdoa lebih ditakuti dari sejuta peluru yang dimuntahkan oleh senjata mesin yang canggih sekalipun. Rupanya manusia sekuler bahkan ateis sekalipun masih percaya bahwa ada sesuatu yang lebih dahsyat dari dirinya.

Satu doa yang tulus untuk seseorang agar ia memperoleh kebaikan dari allah lebih bak dari pada apapun. Karena ia telah memberikan yang terbaik dalam hidup ini. yang berdoa untuk kebaikan seseorang hakikatnya telah memberinya modal besar, peralatan, dan senjata yang canggih untuk melakukan kehebatan-kehebatan di dunia ini.

bagaimanakah kiranya bila seseorang mendoakan seseorang dengan doa yang sangat tulus dan baik sekali. Suatu saat ia akan menjadi pemimpin besar yang adil. Bila demikian siapakah yang akan mendapatkan kebaikan darinya. Pasti. Ini Pasti. Dan Pasti. Bukan hanya dirinya yng mendapatkan kebaikan namun tentu orang lain pun akan mendapatkan kebaikan yang banyak.
Itulah canggihnya doa untuk seseorang lantas apalah jadinya bila yang didoakan olehnya adalah orang yang sangat banyak. kaum muslimin semuanya, atau bangsa Indonesia semuanya, pemimpinnya, rakyatnya, dan seterusnya. Bila mereka jadi sehat, jadi kaya, jadi cerdas, jadi dermawan karena ada andil doa kita, maka bagaimanakah hal itu akan menebarkan kebaikan-kebaikan yang sangat banyak.

Meskipun doa-mu dicurigai, seperti R Muhammad Syafii Saat Berdoa di Senayan, namun tetaplah berdoa. dan bila ada yang salah dalam doamu maka perbaikilah di saat berikutnya. Karena Engkau tidak akan berhenti berhenti berdoa. Don't be angry boss.

Barangkali ini di luar pertimbangan R Muhammad Syafii dan kita harus tahu Apa yang Dilupakan R Muhammad Syafii Saat Berdoa di Senayan

Apakah Anda Akan Marah Bila Mengalami Seperti yang Dialami R Muhammad Syafii Saat Berdoa di Senayan



logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.