RAMADHAN: Saat Suara Adzan Begitu Sangat Dirindukan

Dikatakan bahwa seseorang adalah kebiasaan yang dilakukannya. Artinya jiwa seseorang itu terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan yang dilakukannya selama ini. Demikianlah yang dikatakan para pakar.
Maka berdasarkan pada teori ini orang yang biasa memangku anak kerbau setiap waktu ke mana pun pergi sejak ia lahir kemungkinan akan mampu mengangkat kerbau besar dewasa. 

أملي الجنة
Berakitan dengan suara yang di sukai un begitu. Bila seseorang sering  mendengarkan suara indahnya seruling bambu maka kemungkinan besar ia akan sangat menyukainya.
Dengan ini di manapun suara seruling itu berada ia akan tahu dan mendengarnya walaupun bagi orang lain sama sekali tidak terdengar. Begitulah karena yang selama ini menjadi perhatiannya adalah suara seruling.
Dalam beberapa keterangan kita tahu bahwa Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Syetan itu takut dengan bacaan ayat kursi. Mengapa bisa begitu??? Karena ia begitu tidak terbiasa dengan ayat-ayat ketauhidan.

Suara Yang Paling Disukai

Sebenarnya pembaca sudah tahu suara yang paling disukai pada Bulan Ramadhan.  Apakah itu? Suara itu adalah SUARA ADZAN MAGHRIB? Mengapa? Karena inilah tandanya berbuka puasa.
Bagi sebagian orang berpuasa ini begitu nikmat. Ada kebahagiaan tersendiri sat ia berpuasa. Dan sat berbuka kebahagiaan itu bertambah lagi. Sedangkan bagi sebagian orang berpuasa bisa jadi terasa seperti penjara yang menyiksa dan mengungkung kebebasannya. 
Maka bagi yang tipe kedua ini saat berbuka adalah saat-saat merdeka untuk memakan apapun dan meminum minuman apapun yang tersaji di hadapannya. Kebahagiaannya hanya berada saat berbuka tetapi saat berpuasanya ia merasa tersikssa.

Nasib Adzan Selain Maghrib

Lalu bagaimana sikap orang-orang kepada adzan-adzan selain Maghrib. Rupanya tidak sama. Suara adzan seringnya diabaikan bahkan tidak terdengar. Begitulah karena yang menjadi pusat perhatian utama selama ini bukan kumandang adzan.

Sikap terbaik Yang Harus Dilakukan

Yang harus dilakukan adalah merasa bahagia dengan kumandang adzan baik Maghrib atau yang lainnya. Krena ia adalah seruan yang dicintai oleh Allah. Tuhan yang Maha Perkasa yang tidak ada Pengauasa lain di alam semesta ini yang menyeru kita untuk menghadap-Nya.

Nasib Adzan Maghrib Setelah Ramadhan

Bagamana keadaan kita setelah berakhirnya Ramadhan? Semoga semakin baik. Namun bila adzan Maghrib nanti terasa tidak seindah Ramadhan kali ini dan respon kita begitu lambat terhadapnya maka kita lebih layak mewaspadai diri kita sendiri.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.