Pengalaman Umrah Paket Lailatul Qadar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Sesaat setelah ustadz pembimbing mengatakan bahwa kita akan segera tiba di Makkah, mata ini mendadak menumpahkan air sucinya. Ia bgitu suci dan mensucikan. Betapa tidak mimpi yang datang berkali-kali kini sesaat lagi akan menjadi kenyataan. Kaki yang penuh dosa ini akan menapaki tanah nabawi. Diri yang hina ini akan masuk ke rumah Allah yang mulia. Jiwa yang rendah ini akan menghiba di haribaanNya yang Maha Tinggi.

Dalam suasana macet tidak henti menapat ke arah kota yang ditunjukkan ustadz pembimbing saat jamaah bertanya, mana Makkah, Ustadz. kepala ini terus menghadapkan wajah ke arah itu dengan mata yang tidak berkedip dan terus mengalirkan mata air.

Begitu syahdu lisan ini basah dengan lantunan talbiah hingga kami berada di bawah jembatan layang dan bus kami beberapa kali masuk terowongan bawah tanah yang panjang. 

Itulah sekelumit dari perjalanan yang berkesan itu. Allahummarham syaikhana wamasyayikhana, Allahummarzuqhu waiyyahum arzaqan katsirah halalan mubarakan fiihi ... amin

Dalam hati berdoa semoga di waktu yang lain Allah membawaku kembali ke tanah suci dengan jiwa yang lebih suci dan keadaan yang lebih lapang. Betapa indah bila saat Lailatul Qadar tiba nama KHR Edi Komarudin, Sarip Hidayat, Idah Rohidah, Sobana, Wita Kusmiati, Sutianah, Tosin, Dayat, Neneng, D. Wajihadin, dan orang-orang dekatku ada di sana.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.