Mencari Lailatul Qadar Sejak Malam Pertama Ramadhan

Lailatul Qadar selalu hadir setiap tahun. Malam yang mulia ini ditempatkan Allah pada bulan yang paling mulia. Siapa pun berkesempatan yang sama untuk meraih keberkahannya.

Lailatul Qadar bukan barang yang hilang. Ia ada  bahkan sengaja dihadirkan. Ia membawa berita baik dengan segala keistimewaannya. Seyogyanya haruslah kita khawatir bila tidak mendapatkannya.

Dalam Sabda Rasulullah SAW ia akan hadir di malam-malam terakhir Bulan Ramadhan. Agar manusia terus memantaunya. Dan Rasulullah tidak mengabarkan di malam yang mana ia akan hadir.

Dengan keberdaannya yang nyata ia sangat layak untuk disambut. Bukan dengan tabuhan musik bukan pula dengan tarian selamat datang. Ia disambut dengan amaliah-amaliah yang penuh ikhlas dan semangat.

Orang yang menanti sesuatu yang istimewa seharusnya mempersiapkan dirinya sedari awal. Karena ia tahu bahwa yang akan datang itu adalah utusan Allah yang begitu dicintainya.

Lailatul Qadar merupakan tanda kasih sayang Allah yang dicurahkan untuk hamba-hambanya. Kemuliaan dan karunia yang selama ini diterima ditambah lagi dengan datangnya kemuliaan lain.

Lailatul Qadar bukan hanya kemuliaan ia juga membawa seperangkat jalan untuk meraih kebahagiaan dan kemuliaan lainnya yang jumlahnya tidak terhitung karena teramat banyaknya.

أملي الجنة
Adapun Sabda Rasulullah SAW berkenaan dengan Lailatul Qadar adalah sebagai berikut;

 حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»



Artinya

Kami meriwayatkan hadits dari Muslim bin Ibrahim, Hisyam meriwayatkan kepada kami, Yahya meriwayatkan keapa kami, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah R.A, dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata, "barang siapa shalat pada Lailatul Qadar dengan keimanan dan keihlasan, maka dosanya yang lalu benar-benar akan diampuni, dan barang siapa berpuasa pada Lailatul Qadar dengan keimanan dan keihlasan, maka dosanya yang lalu benar-benar akan diampuni.

Hadits yang diriwayatkan dalam Shahih Imam Al-Bukhari ini berada pada nomor i901. DDengan bahasa yang jelas kita sudah dapat mengetahui isinya. Tinggal kita mengamalkan apa yang Rasulullah sabdakan.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.