Bagaimana Cara Mempertahankan Nilai-Nilai Ramadhan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mempertahankan kwalitas merupakan keharusan. Apalagimempertahankan dan meningkatkan mutu keimanan merupakan kewajiban. Menjaga sesuatu yang berharga tentu sangatlah sulit. Karena bukan saja musuh dari luar yang maju untuk merebutnya bahkan kawan yang dianggap sahabat karibpun siap merampasnya diam-diam.

Syaikh Muhammad Rasyid Ridha mejelaskan bahwa setiap amal yang dikerjakan akan memberikan dampak dan pengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Shalatnya akan membawa perbuatan gemar mengajak kepada kebaikan dan suka menasihati dan melarang orang dari keburukan.

أملي الجنة


Puasanya memberika pengaruh kepada kesederhanaan hidup yang penuh rasa syukur dan menerima aopapaun ketentuan Allah terhadapnya. Hidupnya semakin terpelihara dari kesia-siaan. Dan ia selalu menggunakan waktu dan kesempatan yang ada untuk mengerjakan semurni-murninya amalan dan sebesar-besarnya kemanfaatan bagi manusia.

Zakatnya membuat ia mencintai kebersihan. Selalu mawas diri dari kotoran hati yang akan melahirkan lingkaran syetan. Gara-gara kotor hatinya akhirnya ia berbuat dosa. Karena sebab berdosa ia jauh dari Allah SWT. Karena jauh dari Allah ia menjadi berdosa. Disebabkan karena berdosa ia menjadi kotor hatinya. Dan seterusnya begitu.

Haji yang dilakukannya semakin membuatnya rendah hati. Bhwa semua kemegahan dan kebesaran yang selama ini disandang tidak ada apa-apanya dihadapan Allah SWT. Bahkan orang-orang yang berkumpul bersamanya di Mkkah dan Madinah itu ada yang lebih pandai, lebih kaya, lebih besar kekuasaannya, dan ada yang lebih suci hatinya, lebih banyak amlnya dari dirinya. Namun mereka semua tunduk di hadapan haribaan Allah SWT yang maha besar.

Cara Mempertahankan Nilai-Nilai Ramadhan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ada tiga gaya hidup yang dibentuk saat berpuasa pada bulan Ramadhan. Yang pertama garya hidup sederhana. Menahan nafsu adalah sarana yang penting agar kita tidak rakus dan panjang angan-angan. Makanlah yang ada di dekatmu dan ucapkanlah bismillah. Jika selama ini manusia membayangkan untuk menggenggam dunia dalam genggaman tangannya serasa dunia ini mampu ia telan karena saking ambisinya ternyata yang ia butuhkan tidak jauh dari tiga hal, yaitu makanan, minuman, dan berhubungan badan. Bahkan nikatnya makanan dan minuman hanya sampai tenggorokan saja dan setelah itu selesai. Maka sesuatu yang melampaui batas.Yang makan terlalu banyak, atau minum terlalu banyak, atau berhubungan badan terlalu sering maka akan ada dampak buruk terjadi padadirinya.

Yang kedua adalah gaya hidup yang waspada dan pandai menjaga diri. Diri ini harus dijaga agar sesuai dengan iradah Allah. Tuhan kita menciptakannya untuk menjadi saksi akan kebesarannya. Tuganya adalah beribadah. Menjaganya adalah dengan menjauhi hal-hal yang akan membahayakan dirinya. Agamanya harus dijaga agar etap pada kesucian. Akalnya harus dijaga agar tetap waras dan mampu mengikuti pikiran orang dan membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Hingga kehormatannya harus dijaga agar tidak ada orang yang mencemarinya.

Ketiga adalah gaya hidup yang disiplin. Berpuasa Ramadhan membentuk pribadi yang disiplin yang bersumber dari ajaran ihsan yang selalu merasa diperhatikan oleh Allah dan diawasi gerak-geriknya. Saat berpuasa jangankan perbuatan yang terang-terangan bahkan yang orang tidak akan tahu pun dijaga jangan sampai membatalkan pahala puasa maka gaya hidup tulah yang akan dibawa sampai nanti di hari-hari luar Ramadhan.

Maka untuk mempertahankannya harus kita punya strategi dan pengetahuan yang cukup. Pertama kenali diri anda sendiri. Jangan merasa aman dengan diri sendiri. Karena diri ini bisa merupakan musuh yang lebih mematika daripada usuh dari luar.

Yang kedua kenali pertahanan diri anda saat ini. Maka caranya meneliti adakah celah yang besar maupun kecil dalam benteng iman kita yang bisa menjadi jalan masuk bagi musuh kita. Sekecil apapun celah itu hakikatnya adalah pintu gerbang yang lapang sehingga musuh dapat menembus dan membanjiri bahtera hidup kita dan menenggelamnkannya.

Yang ketiga periksa kedekatan kita dengan para penasihat yang baik. Mereka harus tetap disamping kita dan dekat dengan telinga kita. Jangan sampai kita menjauh dari mereka. Karena kita adalah petarung yang tertutup mata hatinya oleh kabut dosa. Sementara musuh kita punya kemampuan melihat hingga ke dasar lubuk hati. Hingga semua strategi untuk melumpuhkan mereka sudah ketahuan. Maka dekatilah terus para penasihat dan ikuti nasihatnya.

Demikian barangkali ulasan sederhan nan singkat ini. Ini bukanlah mau mengajar kepada orang yang sudah pandai namun untuk menasihati diri pribadi yang mudah mudahan ada hati yang lain yang sama atmosfernya. Amin
 

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.