MANUSIA CERDAS VS MANUSIA BODOH

Duhai diri, betapa bodohnya diri ini hingga tidak mau berbuat baik. Betapa bebalnya diri sampai enggan melakukan taat. Betapa kurang ajarnya diri ini sehingga malas mengerjakan kebaikan.

Duhai diri yang sering menganggap serba tahu padahal hanya sok tahu dan aslinya tidak tahu menahu. Sungguh berat membawa diri yang berat bebannya, yang matanya hanya tertuju pada aib orang lain dan terpejam terhadap aibnya sendiri.

Gambar dari: Abu Fahry
 Bukan Hanya Sekedar Banyak Ilmu
Ingatlah!!! Allah Maha Melihat dan Mendengar

Dirimu seharusnya bertanya, adakah diriku ini termasuk orang cerdas yang memiliki pengetahuan baik dan buruk yang cukup lalalu mengikuti yang baik-baik. Mampukah diri meninggalkan keburukan yang berhias kebaikan itu.

Tidakkah kau tahu bahwa orang yang cerdas itu bukan hanya orang yang serba tahu ilmu pengetahuan dan hukum. Namun mereka adalah yang mentaai Allah SWT. Karena ia telah mampu membedakan mana tuhan palsu dan mana Tuhan yang sesungguhnya lalu ia menyembah Tuhan yang haqq itu.

Ingatlah sabda Nabi pembawa rahmat;

اِبْنَ آدَمَ أَطِعْ رَبَّكَ تُسَمَّى عَاقِلاً وَلاَ تَعْصِيْهِ فَتُسَمَّى جَاهِلاً

Wahai anak manusia ...
Taatilah Tuhanmu maka Engkau akan disebut orang yang berakal,
dan janganlah engkau bermaksiat pada-Nya maka Engkau akan disebut orang bodoh.

Bukan Hanya Sekedar Banyak Ilmu  

Duhai diriku, bila seseorang diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu hingga meraih banyak ilmu dan pengetahuan maka sungguh ia telah mendapatkan kebaikan apalagi bila ilmu-ilmu agama dan hukum-hukum islam pun ia dapatkan maka kebaikannya telah berlebih.

Namun, duhai diriku, ilmu itu adalah alat, ia bagaikan pisau. Ia merupakan modal awal. Dan ilmu akan berguna bila digunakan oleh seseorang yang disinari ilmunya. Artinya ia bisa mengamalkan dirinya hingga menghiasi diri dengannya.

Dan bila ilmu yang luas tersebut hanya digunakan untuk menyinari orang lain namun tidak membuat dirinya bersinar, maka ketahuilah ia bagaikan pengguna senjata canggih yang akan membinasakan orang lain dan membunuh dirinya.

Apa yang Harus Dilakukan? 

Apa yang akan dilakukan oleh seseorang yang di depannya ada duri? Tentu ia akan berjalan hati-hati. Apa yang dilakukan seseorang yang di perjalanan yang dilaluinya ada perampok yang kejam? Maka tentu ia akan memilih jalan lain.

Begitulah yang harus dilakukan. Bila tahu bahwa itu jalan yang berbahaya maka jangan melewati jalan itu. Bila jalan itu sebenarnya jalan menuju celaka maka jangan melalui arahnya. 

Sebaiknya tatai saja Sabda Rasulullah SAW di atas maka kebaikan akan banyak turun menghampiri. Rahmat dan kasih sayang Allah akan segera datang menyelimuti bila selalu berpegang pada bimbingan yang diridoinya. 

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.