KEWAJIBAN MENAULADANI RASULULLAH SAW

السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاته
اَلْحَمْدُ لِلهِ الذِيْ رَفَعَ مَنَاصِبَ النُّبُوَّةِ وَالرِّسَالَةِ بِالإنْذَارِ وَالْبُشْرَى

وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ اَلْمَبْعُوْثِ بِالْهُدَى وَالذِّكْرَى،
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ!  اِتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ  تُفْلَحُوْنَ
 
KEWAJIBAN MENAULADANI RASULULLAH SAW
Kang Ai Nuju Diajar A-Ba-Ta-Tsa

 


Hadirin kaum muslimin yang berbahagia ...
 

Meneladani Rasulullah SAW adalah kewajiban yang harus ditunaikan. Bahkan ia merupakan rukun kesempurnaan iman dan cinta kepada Alllah SWT. Siapapun yang ingin dicintai oleh Allah SWT maka ia harus mencintai Nabi Muhammad SAW yang diutus kepada seluruh manusia sebagai rahmat bagi semesta. Dengan ini  izinkanlah kami membawakan tema untuk syarahan kali ini: 
KEWAJIBAN MENAULADANI RASULULLAH SAW
Mengawali pembicaraan ini, marilah kita menyimak dustur ilahi dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21 berikut ini;
أَعُوْذَ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ الله أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُواْ الله واليوم الآخر وَذَكَرَ الله كَثِيراً
صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ

Artinya;
Sesunggunya telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan kebahagiaan di akhirat, dan bagi orang yang banyak mengingat Allah.

Hadirin yang berbagaia, dalam ayat tersebut sanga jelas dijelaskan oleh Allah SWT dengan bahasa yang paling fasih dalam susunan lafadznya dan paling jelas maknanya, bahwa siapapun yang ingin mendapatkan kebaikan dari Allah SWT baik kebaikan akhirat atau pun dunia maka hendaklah ia berupaya dengan segenap kemampuan yang ada untuk meneladani manusia yang paling dimuliakan Allah, yakni habibana wanabiyana Muhammad SAW. 

Syaikh Ali Ash-Shobuni menjelaskan ayat ini dalam kitab shafwatutafasir
َقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ الله أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ} أي لقد كان لكم أيها المؤمنون في هذا الرسول العظيم قدوةٌ حسنة، تقتدون به صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ في إخلاصه، وجهاده، وصبره، فهو المثل الأعلى الذي يجب أن يُقتدى به، في جميع أقواله وأفعاله وأحواله، لأنه لا ينطق ولا يفعل عن هوى، بل عن وحي وتنزيل، فلذلك وجب عليكم تتبع نهجه، وسلوك طريقه
Bahwa sungguh telah ada bagimu, wahai orang-orang yang beriman, pada diri Rasulullah SAW  yang agung suri tauladan yang baik. Hendaklah kamu sekalian mengikutinya,
في إخلاصه dalam keikhlasannya,
وجهاده dalam jihadnya
وصبره dan kesabarannya
Beliau adalah teladan tertinggi yang paling ideal untuk ditauladani
في جميع أقواله dalam semua perkataannya
وأفعاله dan perbuatannya
وأحواله dan semua keadaan dirinya.
Karena beliau tidak berkata dan tidak berbuat kecuali berdasarkan wahyu dari wahyu dan Al-Qur’an yang diturunkan.
فلذلك وجب عليكم تَتَبُّعَ نَهْجِهِ، وسُلُوْكَ طريقِه
Maka dengan ini wajiblah kamu kamu semua mengikuti perjalanan hidupnya, dan menelusuri perjalanan agamanya. Demikian Syeikh Ali Ash-Shobuni menjelaskan.
 {لِّمَن كَانَ يَرْجُواْ الله واليوم الآخر}
 أي لمن كان مؤمناً مخلصاً يرجُو ثوابَ الله، ويخافُ عِقابَه
Yakni, bagi orang yang beriman dengan keimanan yang suci murni, mengharapkan pahala dari Allah dan takut akan siksa dari Allah.
 {وَذَكَرَ الله كَثِيراً}
 أي وأَكثَرِ من ذكَرَ ربَّه، بلسانِه وقلبِه
Dan bagi orang yang paling banyak mengingat Tuhannya, dengan lisan dan hatinya.
Demikianlah penjelasan syaikh Ali AshShobuni dalam kitab Shafwatutafaasir.

Rasulullah SAW adalah manusia yang benar-benar ada. Sekarang banyak orang yang beranggapan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah ada dan hidup pada masa lalu. Keberadaannya dikatakan sebagai mitos belaka. Bahkan dikatakan bahwa Rasulullah SAW sebagai pembawa kehancuran dunia yang suka merampas harta, wanita, dan mengalirkan darah.

Sungguh keji pandangan mereka terhadap manusia mulia ini. Namun seburuk apapun tuduhan mereka tidak akan pernah menurunkan derajat Rasulullah SAW. Dengan keimanan kita yakin bahwa agama Islam akan masuk ke setiap celah yang ada di muka bumi hingga kedamaian akan merata berada di setiap penjuruh arah. Tentu persyaratan dan rukun harus ditegakkan.

Di penghujung syarahan ini, kami menyimpulkan bahwa Teladan utama dan terbaik bai seluruh manusia adalah Rasulullah SAW. Yang kedua teladan-teladan utama selain rasulullah SAW adalah orang-orang soleh yang berusaha menyucikan dirinya dan ia disucikan oleh Allah SWT. Yang ketiga meneladani Rasulullah SAW adalah jalan menuju kebahagiaan dunia dan terutama di akhirat.

Lebih dan kurangnya kami mohon dimaafakan

Kamana jalan ka Jogja
Tuh kaditu ka parapatan
Kamana jalan ka surga
Tah di dieu di pangaosan
   
 بِاللهِ فِي سَبِيْلِ الْحَقِّ    
وَالسَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاته

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.