Pemabuk dan Pezina itu Ternyata ...

Lebah Madu Kang Aip - Termasuk hobi yang sangat digemari banyak orang adalah membaca kata-kata mutiara. Tidak mengherankan banyak orang yang menyukai ini karena pada kenyataannya manusia adalah makhluk pencari makna.

Pagi tadi dalam sebuah media sosial kami membaca satu artikekl yang sangat baik sekali. Isi artikel itu adalah kisah seorang yang dituduh berzina dan tukang mabuk. Adapun kisahnya dapat disimpulkan dalam baris-baris berikut ini;

Di suatu malam seoang sultan merasa dihinggapi perasaan yang kurang nyaman. Akhirnya karena tidak beah berada di dalam istana dengan suasana hati yang kurang menyenangkan ia keluar ditemani beberapa pengawal.

Sudah menjadi kebiasaan sang sultan yang baik hati itu keluar mengawasi rakyatnya saat tengah malam. Biasanya ia membawa serta barang-barang kebutuhan pokok. Itu semua akan ia berikan kepada rakyat yang membutuhkannya.

الصورة من: أملي الجنة
Pemabuk dan Pezina itu Ternyata ...

Ia dan pengawalnya terkejut saat melewati sebuah lorong. Ia melihat sesosok mayat laki-laki yang tergeletak tanpa ada seorang pun peduli kepadanya. Lantas sang sultan yang berpakaian sederhana tersebut bertanya-tanya kepada orang-orang di tempat tersebut tentang mayat laki-laki tersebut.

Orang-orang yang tidak mengenali sang sultan hampir-hampir tidak mempedulikan pertanyaannya dan tampak sekali mereka malas menjawabnya. Mereka mengatakan bahwa mayat itu adalah mayat pezina dan tukang mabuk-mabukan.

Sang sultan kemudian membawa zenazah itu ke rumahnya dibantu oleh para pengawalnya. Ia berpikir bahwa meskipun ia dituduh begitu begitu namun ia tetap seorang muslim.

Sesampainya ia berada di rumah istri dari mayat lelaki tersebut. Terlihat isterinya sangat sedih namun juga tampak rona bahagia dalam raut mukanya. Sesaat sebelum sultan jauh meninggalkan rumah duka itu ia mendengar wanita itu berbicara, kurang lebih begini, "Semoga Allah merahmatimu ... ... ... "

Mendengar ucapan isterinya yang begitu itu sang sultan penasaran. Ia bertanya, "Bagaimana sebenarnya suamimu ini ... ?"

Dia adalah orang soleh. bila malam sudah gelap ia akan pergi ke tempat penjualan arak. Maka ia membeli botol-botol arak itu sekemampuannya. Kemudian ia membawanya ke rumah. Dan saat tiba di rumah ia menumpakan arak-arak itu ke tempat pembuangan air. Dan ia mengatakan Alhamdulillah malam ini aku telah meringankan dosa-dosa para pemabuk.

Dia adalah orang soleh. Sat malam sudah gelap ia pergi ke tempat-tempat para pelacur menjajakan dirinya. Mereka diberi uang yang banyak. Dan ia mengatakan kepada mereka bahwa mereka telah ia bayar maka tutuplah pintu rumahmu hingga mereka tidak berbuat perbuatan keji tersebut. Ia lalu berkata aku telah meringankan dosa-dosa pelacur dan pezina.

Istrinya berkata;

Sungguh saya berkata kepadanya; kalau begitu yang engkau perbuat maka saat engkau mati pasti tidak akan ada yang mempedulikanmu.

Ia berkata,

Benar sekali. Karena sultan sendiri yang akan menyalatkan zenazahku.

Mendengar itu sang sultan berkata;

Saya benar-bena bersaksi bahwa orang ini adalah orang soleh dan termasuk wali-wali Allah. Kalau begitu besok pagi saya akan menyolatkannya dan akan menyolatkannya juga para ulama dan para pembesar serta khalaak yang banyak.

Dari kisah ini kita bisa mengambil hikmah bahwa dilarang keras kita mencurigai sesorang.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.