LELAKI BOLEH MEMILIH, WANITA BOLEH MENOLAK

Lebah Madu Kang Aip - Ungkapan guru kami yang simpel ini sangat menarik. Untuk masalah hati tidak ada yang bisa menebak dan kemana ia akan mengambil jalur.

Memperhatikan fenomena dan gejala ini memang kadang-kadang terasa sedikit aneh. Ada laki-laki menyukai seorang wanita namun dengan alasan yang beragam sang wanita menolak secara sopan atau tidak.

Lihat Juga;
الصورة من: أملي الجنة
LELAKI BOLEH MEMILIH, WANITA BOLEH MENOLAK
Tidak jarang juga ada wanita yang menyukai seorang pria, dan pria itu ternyata tidak menyimpan hal yang sama kepadanya.

Banyak pula yang keduanya saling mencintai. Ada pula yang dipertemukan dan mereka bisa langgeng berumah tangga. Tidak sedikit yang juga dipertemukan berujung tragis.

Tentu terasa ada sesuatu yang mengganjal bila yang diharapkan tidak dapat tercapai. Dan lamaran yang ditolak merupakan salah satunya.

Mengenai hal ini ada teladan dari dua sahabat Rasulullah SAW dalam sejarah. Ini sangat penting disimak dan diamalkan.

Diriwayatkan bahwa salah seorang sahabat Rasulullah SAW berkeinginan untuk melamar. Dan beliau meminta sahabatnya untuk menemaninya ke rumah orang tua wanita yang akan dilamarnya.

Sesampai di rumah, tuan rumah, orang tua sang wanita, lantas maksud kedatangannya ia utarakan. Bahwa ia datang dengan maksud meminang puterinya.

Orang tua sang wanita menanyakan kepada puterinya tentang lamaran itu. Dan yang mengejutkan adalah ternyata wanita itu menyukai orang yang mendampingi sang pelamar. Mengetahui itu apa yang dilakukan sahabat tadi yang hendak melamar? Ternyata ia langsung memberikan selamat kepada sahabat yang mendampinginya itu atas yang terjadi.

Dalam hal ini Islam mengajarkan bahwa semua manusia bebas merdeka dan tidak boleh ada yang memaksanya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu kecuali perintah Tuhannya.

Hanya sedikit ini yang bisa dicatat. Kami berlindung dar ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu, jiwa yang tidak ada puasnya, dan doa yang tidak dikabulkan.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.