AYAH DAN ANAK INI BAGAIKAN AIR DAN KARANG

“Saya tidak kuat menanggung semua ini. Dan saya sudah tidak dapat menanggung rasa tidak nyaman.” Begitu katanya kepadaku. Ingin sekali aku mengatakan kepadanya bahwa itu karena sempitnya hati. Karena bila hati yang lapang semua yang terjadi tidak akan membuatnya begitu. Namun kutahan pikiranku agar tidak meluncur kelua. Memang orang berbicara sering kali tidak membutuhkan bantahan ia hanya ingin didengarkan.

“Awalnya saya sanggup menanggung semua ini. Namun lama-kelamaan di hatiku ada semacam desakan bahwa saya tidak boleh diperlakukan seperti ini.” Ia melanjutkan perkatannya lagi dengan kalimat yang lebih panjang dari sebelumnya. Tampaknya ia mulai merasa aman dan nyaman berbicara kepadaku. “Saat terjadi peristiwa itu aku merasa baik-baik saja. Namun sat ini aku merasa terhina dengan sikapnya.” Ia menyusul perkataannyaa sebelum aku menimpali perkataannya tadi. Aku ingin sekali mngatakan bahwa persaan terhina itu mungkin ada namun siapa tahu tidak ada maksud menghina dari orang itu, dan kalaupun ada hinaan itu lebih sederhana dari keadaan diri yang lebih buruk dari yang ada dalam hinaan itu. Saat itu aku ber bicara kepadanya “Bacalah Al-Qur’an.!!” Yang aku maksud adalah dengan menghayati dan mengamalkan ajarannya.

الصورة من: أملي الجنة
AYAH DAN ANAK INI BAGAIKAN AIR DAN KARANG
 
Al-Qur’an adalah anugerah terbesar bagiku. Ia menemaniku sejak aku berada dalam rahim ibuku. Hingga aku besar dan dewasa ia masih terus bersamaku. Ingin sekali aku membacanya setiap waktu. Betapa besarnya perhatianku kepadanya walaupun baru sebatas membaca.

Saat aku mengalami seperti orang yang bertanya tadi aku menemukan semuanya dalam Al-Qur’an. Apapun masalah kehidupan jawabannya ada dalam Al-Qur’an. Rasulullah SAW telah menjelaskan Al-Qur’an ini dalam ribuan sabdanya bahkan ia berakhlaq dengannya.

Selalu ada saja hal yang membuat seseorang merasa tidak berdaya menghadapinya. Hikmah semua itu adalah untuk menyadarkannya dari keangkuhan selama ini. Setelah kejadian itu ia tidak akan berani meremehkan orang lain. Dengan persoalan yang membuatnya tersungkur itu ia diapaksa untuk mendekat dan berdoa untuk memohon bantuan Allah agar hadir dalam persoalan hidupnya yang pelik itu.

Setiap orang berbeda tingkatan kekuatannya dalam kehidupan. Semakin kuat imannya maka semakin kuat pula ujian yang diberikan. Mungkin terjadi ada persoalan yang membuat seseorang putus harapan padahal menurut orang lain persoalan itu adalah hal kecil.

Berkaca Kepada Dua Nabi yang Mulia

Disebut namanya dalam Al-Qur’an sebagai teladan dalam hal kesabaran dan kekuatan. Memang kesabaran dan kekuatan tidak bisa dipisahkan. Bahkan Kesabaran adalah kekuatan, keberanian, kebenaran dan seterusnya. Dialah Nabi Ya’qub namanya. Ia begitu sabar kehilangan putera tercintanya, dibohongi putera-puteranya, kehilangan lagi puteranya, buta matanya, dan seterusnya. Ia mengatakan; FASHABRUN JAMIL, bahwa kesabaran itu indah, bagus, baik. Ia akan memperindah, memperbagus, dan memperbaiki yang memilikinya. Dan ia pun akan memperindah, memperbaiki, dan memperbagus keadaan. Buah kesabaran adalah kebahagiaan meskipun tidak sekarang atau hari ini. Dan ia bermunajat: INNAMAA ASYKUU BATSSII WAHUZNI ILALLAAH ... Ia hanya mengadukan penyakit dan kesedihannya kepada Allah saja. Bila begini tentu Allah yang akan memperbaiki segalanya.

Yang kedua, kisahnya disebut sebagai kisah terbaik. Ia adalah orang yang penyabar. Ia tidak disukai kaka-kakanya, dibuang ke dalam sumur, jauh dari sang ayah tinggal di negeri yang jauh, dituduh berbuat keji, dan seterusnya dan di akhir cerita ia mengatakan: LAA TATSRIIBA LAKUMULYAUMA ...

Sebaik-baik sabar adalah saat kejadian ia langsung sabar. Namun baik juga orang yang berupaya sabar dan ikhlas meskipun harus membutuhkan waktu yang panjang dan lama. Orang sabar tentu tidak sama dengan orang bodoh dan pikun. Ia ingat sangat ingat dengan kejadian yang tidak menyenangkan. Dan ia itu akan selalu teringat hingga waktu yang terbentang dari dulu hingga ia mati. Bahkan kejadian itu akan kembali diperlihatkan kepadanya pada kesempatan yang berbeda.

Catatan dari Kisah Dua Nabi Mulia itu

Sangat indah untuk dijadikan pedoman, itulah kisah hidup para Nabi. Kita yakin persoalan yang mereka hadapi sangat berat. Dan besarnya persoalan yang dihadapi tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan permasalahan mereka.

Ada satu cahaya yang menyibak kelamnya kabut putus asa dari orang yang dirundung kesedihan dan yang sedang didekap kebingungan, bahwa jangan sekali-kali jauh dari Allah SWT yang paling tahu tentang kita dan apapun yang berkaitan dengan kita ini. Percayalah Allah SWT begitu besar kekuatannya. Bukan hanya kita yang diurus olehnya bahkan langit, bumi, angkasa, dan semesta ini beliau atur dengan harmonis tanpa lelah, ngantuk dan tanpa tidur meskipun sejenak. Tenang saja ia akan membela yang datang kepada-Nya meski pun mungkin dulu ia adalah orang yang hina, miskin, dan jauh dari-Nya. Percayalah ia akan membuatmu terhormat, kaya dan dekat dengan-Nya.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.