Moment Bahagia Kita

Moment Bahagia Kita – Kata bahagia merupakan kata magis yang agung. Ia hadir di tengah-tengah perbendaharaan kosa kata yang menggambarkan kesenangan, keceriaan, selamat, sentosa, makmur, dan sejahtera. Kata bahagia mewadahi semua yang baik yang membuat hati menjadi merasa beruntung sekali.

Di antara kebahagiaan itu harus ditakar bukan dengan takaran hati yang terkadang individualis, egois, parsial dan artificial. Timbangannya tidak boleh dengan hati lagi yang terkadang narsis, memihak, empati dan antipasti. Hati yang rasis dan mudah menuduh dan berprasangka adalah hati yang tidak layak untuk menghakimi.

Moment Bahagia Kita
Moment Bahagia Kita, Image by Cantik Account G+

Timbangan atas kebahagiaan itu adalah syari’at Allah swt. Ia adalah dzat yang hanya berpihak kepada yang benar dan orang-orang yang melakukan dan mengikuti kebenaran. Allah swt. menurunkan Al-Qur’an dan mengaarkan agamanya serta mengutus utusan untuk membimbing manusia karena manusia makhluk yang lemah, terbatas, dan suka menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Dalam hal ini manusia suka berbahagia atas penderitaan dan tangisan orang lain.

Tanpa berpanjang kalam moment bahagia kita adalah;

Pertama
Saat Menemukan hikmah

Kata-kata mutiara mengatakan bahwa, hikmah sesuatu yang sangat berharga milik kiita - kaum muslimin, dimana pun kita menemukannya maka kita harus mengambilnya. Moment paling bahagia kita adalah saat kita menemukan makna dan hikmah, baik hikmah atas peristiwa yang telah dan sedang terjadi, hikmah ajaran Allah, hikmah rahasia alam semesta, hikmah ilmu pengetahuan, atau hikamh kehidupan secara umum. Mencari hikmah timbul dari pengamalan keislaman yang terus meningkat.

Kedua
Saat Kita Bertaubat

Ketika kita berbuat dosa kepada Allah maka kita akan jauh dari rahmat Allah swt. Dan bila kita bertaubat maka kita mendekat kepada Allah dengan amal-amal dan istigfar, dan Allah swt mendekatkan kembali kasih sayangnya kepada kita. Seharusnya hati orag yang bertaubat berada pada dua kondisi. Takut tidak diterima taubatnya dan bahagia karena ia masih diberikan kesempatan bertaubat. Dan rasa bahagia itu didasari dengan baik sangka kepada-Nya dengan jalan memperbanyak amal. Allah swt berbahagia apabila ada orang yang bertaubat melebihi kebahagiaan orang yang kehilangan hewan tunggangan yang diandalkannya dan bekal yang dibawanya, iapanik mencari ke sana- ke mari namun tetap nihil, akhirnya ia tertidur di bawah pohon, dan stelah bangun ia mendapati hewan tungganganny ada di sampingnya, dengan bekal yang ada dibawanya, ia sangat bahagia hingga salah ucap, ia mengatakan ya Allah akulah Tuhanmu Engkau lah hambaku, karena saking senang. Bila seperti itu maka apalagi kita sebagai yang bertaubat, tentu harus berbahagia karena kita tahu Allah swt bahagia dengan kedatangan kita kembali ke hadiratnya.

Ketiga
Saat Sadar Bahwa Kita Muslim Beriman

Moment paling bahagia kita yang harus menjadi kekuatan pendorong motivasi kita untuk istiqamah adalah saat kita menyadari bahwa kita sadar telah dianugerahi dua kenikmatan terbesar yangAllah swt berikan. Nikmat Iman dan Islam. Kesadaran ini timbul dari ilmu dan amal. Ilmu mengarahkan kita pada argumentasi kuat mengapa kita harus beriman dan mencari tahu apa keunggulan islam dan menjadi orang islam. Setelah tahu keistimewaannya maka kesadaran it uterus ditingkatkan dengan menghadirkan amalan yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Itu momentum yang paling bahagia.

Keempat
Saat Mengikuti Rasulullah saw.

Moment paling bahagia adalah menyadari atau menginsafi alasan perbuatan kita. Kita mengikuti Rasulullah saw sampai sekarang harus disertai alasan, argumentasi, dan dalil-dalil. Kesadaran kita dalam mengikutinya akan yang timbul berdasarkan ilmu akan lebih kokoh dari pada tidak disertai ilmu. Maka saat sadar bahwa kita harus mengikutinya kita telah tahu bahwa belau adalah orang yang paling pantas untuk diteladani. Itu momentum paling bahagia karena dengan mengikuti beliau peluang kita untuk diberkahi oleh Allah akan lebih besar. Beliau adalah karunia Allah yang sangat besar.

Tulisan ini ingin saya lanjutkan, tetapi karena keterbatasan pengtahuan dan kemampuan saya maka sampai titik ini saya cukupkan. Semoga di lain kesempatan bisa saya lanjutkan atas izin Allah swt.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.