Kenapa Sulit Membuat Karangan

Kenapa Sulit Membuat Karangan - Ada yang kejadian yang mengherankan terjadi di tempat biasa kami nongkrong. Saat itu seseorang yang sedang duduk menulis terus-terus saja merobek kertas yang baru saja ia isi dengan tulisan. Saya lihat sudah banyak sekali krtas yang ia robek dari buku tulis itu.

Setelah mencoba mencari tahu saya baru paham. Ternyata ia sedang membuat karangan. Ceritanya ia pelajar di sebuah sekolah. Apakah ini mengherankan?? Kalau dari sisi pekerjaannya tentu tidak.
Karena saya yang lagi belajar menulis sebuah karya pun merasa telah merasakan yang hal yang sama.
Kemudian yang saya maksud dengan “mengherankan” yang ada dalam judul adalah mengherankan dari sisi kata “mengarang” bila dihubungkan dengan menulis sebuah karya. Seharusnya mengarang atau kegiatan menulis sebuah kaya berupa karangan itu mudah.

Kata Mutiara: Tati Juhana

Kenapa seharusnya mudah? Karena dari namanya saja kita bisa mengerti. “Karangan” semua paham apa yang harus dikerjakan.

Tapi seolah untuk menceritakan suatu hal yang imajiner sesuai imajinasi masing-masing seakan sangat sulit. Padahal seharusnya mudah. Bukankah setiap orang hidup dengan serta membawa imajinasi dan ekspektasi masing-masing?

Kata orang zaman dulu “hati orang siapa tahu”. Memang benar saking sulitnya menebak bisikan dan kata hati bukan hanya hati orang lain tapi terkadang sulit mengendalikan hati sendiri, sampai-sampai Rasulullah saw sering berdo’a;

اَللّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ
وَيَا مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ ثَرِّفْ قَلْبِيْ عَلَى طَاعَتِكَ

Agar Mudah Membuat Karangan

Satu tahapan yang harus dilalui kalau kita ingin bisa menulis karangan adalah rajin membaca. Lahap habis semua tulisan dan bacaan yang ada di hadapan kita. Ibaratkan buku itu bagaikan sepotong kue yang sangat lezat maka habiskan semuanya jangan ada yang tersisa.

Buku akan membuka wawasan kita. Ia membawa kita pada dunia yang lebih luas. Semakin banyak ilmu pengetahuan yang kita serap maka kita akan semakin bijak memaknai dunia dan kehidupan. Kita tidak akan kagetan mengahadapi cepatnya dunia berubah, kita tidak akan gagap menghadapi persaingan, kita tidak akan minder mengahadapi pergaulan.

Banyaknya ilmu yang ada di hati kita akan memudahkan kita menuangkannya dalam bentuk tulisan. Daya analisis yang terbimbing dengan alur tulisan buku yang sistematis akan memperbaiki kesemerawutan berfikir.

Bila masih merasa sulit membuat karangan maka bearti kita harus lebih rajin membaca. Bila kita masih merasa bahwa tulisan kita masih belum sistimatis maka bearti kita harus lebih banyak lagi membaca. Bila kita merasakan bahwa saat kita menulis seakan ide terhenti, buah pikiran tidak matang, jalan mencari solusi terasa buntu, maka di saat itu juga kita harus segera menekuni kegiatan membaca.

Dalam hidup ini ada tuntunan sangat istimewa dari hidup Rasulullah saw. Ia tidak membaca dan tidak menulis huruf-huruf dalam buku. Namun Allah memerintahkannya membaca dan Rasulullah saw pun memerintahkan umatnya untuk menulis Al-Qur’an yang ia bacakan dari hapalannya dan memerintahkan banyak membaca Al-Qur’an. Mengapa ini terjadi? Karena dengan membaca Al-Qur;an, fenomena alam, dan lain-lain akan membuat hati ini hidup. Orang yang hatinya hidup akan lancer dalam berbicara dan menulis. In syaa Allah.

Sekian, terima kasih. Mari membaca dan menulis. Tulis lah yang engkau baca. Membaca lah agar bisa menulis dengan baik.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.