Kenapa Kamu Suka Pergi-Pergi

Kenapa Kamu Suka Pergi-Pergi

Pertanyaan ini sering saya terima dari kawan-kawan kami di sekolah. Tidak jarang juga murid-murid kami menanyakan hal yang serupa. Wajar saja karena saya termasuk orang yang tidak mau diam dan kebanyakan pergi.

Sebenarnya saya juga senang diam di rumah, menulis artikel di blog, membaca buku, bermain volly, menonton film atau berita di televisi, badminton, atau mengobrol dan mendengar orang lain berbicara.


Lalu kenapa travelling ke tempat lain masih sering saya lakukan. Banyak faktor yang melatarbelakanginya. Saya juga sebenarnya merasakan bahwa travelling atau melakukan suatu perjalanan ke tempat lain itu memakan tenaga, biaya, dan lain-lain.

Di antara yang bisa dijelaskan terkait masalah ini akan saya ulas dalam bait-bait berikut ini.

Bisa Dzikir Lama

Ini faktor paling utama yang sangat mengasyikkan bagi saya. Memang metode agar hati hadir menghadap jamuan Allah itu perlu juga dirasakan melalui kondisi-kondisi yang beragam.

Saya bermaksud menjelaskan bahwa sesekali kita harus merasakan bagaimana manisnya berdzikir di sepanjang jalan dari Cidaun hingga Bandung yang jauh, panjang, dan lama.

Kita melewati daerah pemukiman sambil berdzikir. Melalui pesawahan sambil munajat. Merambah daerah hutan sambil muhasabah. Selalu mengingat Allah baik dalam panas terik atau dalam kondisi hujan deras.

Rasakanlah kenikmatan beristighfar sepanjang jalan. Kita ingat dosa kepa ibu dan bapak kita, guru, saudara, tetangga, kawan. Terus ucapkan hingga mata meneteskan air suci itu.

Maka bila selama ini kita jarang bershalawat kepada Nabi Muhammad saw.. maka sepanjang jalan itu kita bisa bershalawat sepuas-puasnya kita.

Mendo'akan orang lain dengan kebaikan adalah yang juga menyenangkan. Silahkan do'akan orang yang anda kasihi. Barang kali anda lupa belum mendo'akan orang yang berjasa besar kepada anda di kehidupan yang lalu. 

Bagian ini sangat mengasyikkan bagi saya.

Menyaksikan Peradaban Daerah Lain

Bagian ini juga sangat mengasyikkan. Dengan melakukan perjalanan ke suatu daerah kita bisa menyaksikan peradaban maju di kota lain. Bagaimana mereka membangun kota dengan baik, berekonomi, berpolitik dan bagaimana masyarakat suatu kota mengekspresikan ketundukan kepa peciptanya.

Dari sini kita bisa mengambil inspirasi yang sangat baik untuk kita terapkan. Contohnya di Ciwidey ada pesantren yang bergelut dalam bidang agrobisnis maka kita bisa mempelajari bagaimana mereka bisa sukses melakukannya.

Ke Toko Buku

Yang sangat saya sukai bila pergi ke kota lain -sebut saja Bandung- adalah mampir ke toko buku. Bila ada uang saya mewajibkan diri untuk membeli meskipun satu buku kecil yang murah.

Alasannya tentu klasik. Saya harus menambah pengetahuan saya tentang diri saya sendiri, alam lingkungan, agama, dan semesta. Kejadian masa lalu dan buku biografi adalah genre yang saya sukai.

Sowan Pada Guru

Untuk tahu rahasia dunia kita bisa cari lewat buku. Namun bila ingin lebih berkah dan praktis maka tanyakanlah pada guru. Ia adalah yang ahli dalam bidangnya. Ia bagaikan buku berjalan bakan ensiklopedi yang bisa tertawa dan berlari.

Ilmu memang ada dalam buku dan bahkan di internet. Namun beda sensasinya kita duduk mengkaji ilmu di hadapan guru. Kita bisa memandang wajahnya yang berkespresi sesuai keadaan jiwanya. Kita bisa langsung melihat senyumnya yang ikhlas dan itu ada pahalanya. Kita bisa live memandang raut muka yang terkadang lucu saat berkisah.

Seperti itulah, sekarng ilmu ada dalam perangkat canggih yang serba digital namun beda sensasinya ketik kita baca Al-Qur'an dan menyentuh kertasnya. Beda lho ... beda. 
Maka boleh saja kita mendidik diri kita untuk melek dan tahu terhadap yang digital, namun ingat yang manual masih akan tetap berlaku. Dan itu ampuh.
Jangan mentang-mentang sekarang eranya on line dan video call kita tidak ada niat sedikit pun untuk sengaja menemui guru kita, langsung belajar dengannya, talaaqi di hadapannya, membaca Al-qur'an dan Hadits langsung dari yang diriwayatkannya. Ingat jangan jadi shuhufi. Apa itu? Menuntut ilmu hanya dari buku-buku saja tanpa bertemu guru. Itu kurang baik kecuali dalam keadaan-keadaan tertentu.

Bertemu Kawan Lama

Saya meyakini di antara faktor yang mendatangkan kebahagiaan adalah bertemu dengan kawan-kawan lama. Terkadang ada semacam dorongan kuat yang menimbulkan semangat dan rasa senang ketika kita bertemu mereka itu.

Kita bisa mengenang dan memperbaharui informasi. Bahkan kita akan belajar trik-trik baru dalam mengolah hidup dan mengelola kehidupan. Ketika bertemu di antara mereka ada yang punya bisnis baru, ilmu baru, dan jabatan baru. Kita bisa belajar dari mereka.

Menambah Kawan Baru

Punya seribu kawan itu tidak cukup dan tergolong masih sedikit. Maka semakin banyak akan semakin baik lagi. Berkawan dengan satu orang akan membuka banyak peluang bagi kita. Karena kawan kita ini punya kawan lain selain kita yang mungkin punya sesuatu yang bisa diajarkan dan dibagikan kepada kita.

Bila punya satu kawan saja sudah mendatangkan banyak kebaikan maka apalagi punya banyak kawan. Untuk sekedar makan dan minum kita tidak usah beli. Mereka dengan senang hati akan menyiapkannya untuk kita.

Memperkaya Wawasan 

Tidak dipungkiri bahwa dengan seringnya kita bergaul dengan orang-orang hebat di kota yang beradab sedikit banyak aan mempengaruhi cara pandang kita menilai kehidupan.

Di Kota banyak sekali diadakan pengajian, seminar, pelatihan dan semacamnya. Bila kita ikut serta maka kita akan kaya dengan ilmu, trik, tips, dan metode-metode yang terukur dalam mengelola diri dan lingkungan.

Wawasan yang luasa adalah nilai tambah yang mengangkat seorang yang berilmu beberapa derajat di atas orang yang tidak tahu. Bila anda bertanya kepada orang yang sekolah S3, "mengapa anda masih terus sekolah". Jawabannya itu tadi wawasan dan pendidikan akan membuat anda punya nilai tambah.

Begitu kiranya yang terjadi pada seorang pendiri perusahaan Mustika Ratu. Dan memang begitulah yang diajarkan Rasulullah. Setiap hari adalah harinya ilmu. Artinya kita harus punya satu pengetahuan dan mendapatkan minimal satu ilmu setiap harinya.

Sebenarnya masih banyak yang bisa saya tulis, namun untuk sementara kita cukupkan sampai di sini. Semoga ini bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi anda umumnya. Amin

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.