Dibakar Dahulu Baru Murni

Dibakar Dahulu Baru Murni

Tema di atas mendadak muncul dalam ingatan saya. Tidak lebih saya hanya mengungkapkan tentang keadaan seorang muslim yang hidupnya untuk ibadah meraih rido Allah swt..

Benar, Manusia memang diperintahkan untuk ibadah kepada Allah yang telah menciptakan dirinya dan orang-orang serta makhluk-makhluk yang lebih dahulu diciptakan atau makhluk yang akan datang kemudian.



Siapapun bila ingin mendapatkan yang diinginkannya maka ia harus berjuang dan berkorban dengan sungguh-sungguh. Ia pertama-tama harus meningkatkan kwalitas dirinya. Integritas dan dedikasi harus dicurahkan.

Ini bagaikan perang yang membakar emosi. Ia harus mengalahkan dinginnya rasa takut yang mencekam. Ia harus membakarnya dengan panasnya api keberanian yang besar. 

Ia harus menghangatkan matanya dengan berjaga bahkan menangis. Tidak ada namanya malas dan tidur pulas. Ia beristirahat sejenak untuk kembali mengisi energi lalu kemudian bangkit, bergerak, melompat dan berlari.

Bila semua orang yang ingin sukses harus melakuan itu semua maka apalagi seorang muslim tentu harus lebih. Benar muslim itu harus damai dengan dirinya sendiri lalu ia menebar manfaat kepada lingkungannya.

Semua akan diuji  

Benar sekali semua orang akan mendapatkan ujian hidup masing-masing. Siapa pun itu ia benar-benar aan diuji. Apa gunanya? Gunanya adalah untuk mengetahui kwalitas dirinya. Apakah mutu dirinya itu meningkat atau tidak.

Seperti itulah yang benar-benar terjadi. Anak sekolah diuji. Anak kuliah juga diuji. Mau masuk kerja ada test dulu. Mau menempati jabatan tertentu harus diuji dulu. 

Semua memang diuji. Maka apalagi seorang muslim tentu harus diuji. Menjadi muslim bukan hanya berikrar bahwa ia muslim. Namun tentu harus diuji apakah keislamannya benar apa tidak.

Melalui Pembakaran

Seperti yang banyak dibicarakan banyak orang, bahwa untuk menghasilkan minyak yang bermanfaat maka buah sawit atau kelapa harus dijatuhkan dari pohonnya yang tinggi. Kemudian ia dikuliti, dibelah, ditekan, dipecahkan, diparut, dipanaskan. 

Begitu pula untuk menghasilkan emas yang murni dan berkilau harus dilakukan pembakaran dengan api yang sangat panas. 

Seperti itu pula yang terjadi kepada seorang muslim. Ia harus merasakan panasnya ujian. Itu akan membuatnya murni dan berkualitas hingga mengeluarkan manfaat dari dirinya untuk orang banyak.

Demikian catatan ini.   

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.