Tentang Do'a Aku Berbicara

Di antara sekian banyak kegiatan yang saya senangi adalah mengobrol. Tentu saya memilih obrolan yang berkualitas dengan orang yang pengalaman hidupnya lebih baik. pada dasarnya semua pembicaraan yang menginspirasi sangat saya gemari. Saya kira anda pun begitu.

Tentang Do'a

Saat-saat ini saya sedang sangat memperhatikan yang namanya do'a. Saya kira anda pun sama. Do'a memang pegangan yang kuat. Ia bagaikan tali penghubung yang sangat kuat. Ia menghubungkan seorang hamba dengan Tuhannya.

Saya sering bilang,
"Berdo'alah sering-sering." ini benar. Kita jangan malas-malasan berdo'a. Hati kita terkadang rapuh. Semangat kita kadang turun. Iman kita terkadang sangat lemah. Maka berdo'a adalah mencari kekuatan untuk beribadah dengan penuh vitalitas.

Jangan malas berdo'a. Kita ingat bahwa Tuhan mendengar semuanya. Jangan kan makhluk yang bisa berbicara, menangis, bernyanyi, berteriak, merintih, dan bersorak, bahkan makhluk yang tidak bergerak dan selamanya bisu didengar semua keluh dan kesah, tasbih dan tahmidnya.

Kita tidak tahu kapan do'a kita akan diijabah. Dalam bentuk apa ijadah Tuhan menghampiri kita. Apakah seperti yang kita pinta, atau kita diberikan yang lebih baik, dihindarkan dari musibah, atau yang kita minta tidak diberikan di dunia ini sekarang namun nanti di akhirat atas kebijaksanaan dan ilmu-Nya.

Kita harus mengetahui apa-apa saja yang membuat doo'a kita tidak terkabul. Apa yang menyebabkannya terhalang. Perbuatan apa yang bisa membuat do'a kita seperti tidak diijabah Tuhan. Maka tentang berdo'a kita mesti banyak belajar. Pelajari lah bagaimana para nabi berdo'a. Apa yang mereka pinta.

Kita tahu bahwa "Do'a adalah ibadah". Satu kali berdo'a berarti kita satu kali ibadah. Kita tahu bahwa ada di antara bentuk-bentuk ibadah itu dibalas dengan penghargaan agung dari Allah. maka berdo'alah yang banyak dan berharaplah Tuhan akan mengabulkannya dengan sebaik-baik pengabulan. Kita tidak tahu apakah do'a kita bernilai satu kebaikan dalam satu kali do'a, atau kah satu kali do'a bernilai jutaan pahala dalam pandangan Tuhan.

Dalam do'a ada pengakuan akan kelemahan. Ini adalah sikap yang berlawanan dengan sikap sombong. Ibadah adalah mengakui diri kita hina, lemah, tidak ada daya. Maka dalam do'a ada semua itu. Maka jadilah do'a sebagai bentuk ibadah yang paling nyata.

Seorang manusia hidup dengan membawa harapan. Manusia banyak berharap. Ibadah pun berharap. Dan bentuk nyata dari berharap adalah berdo'a. Maka siapa pun yang berdo'a kepada Allah telah menyatakan bahwa ia sangat berharap kepada Tuhannya.

Barang kali seseorang akan dikabulkan do'anya dalam hitungan sepersekian detik, sekejap mata, secepat kilat, bagaikan angin berhembus. Ada juga yang harus menunggu satu musim, sebulan, setahun, sewindu, bahkan bertahun-tahun.

Mungkin sebentar, mungkin lama. Namun masa-masa itu tidak menjadi persoalan. Karena saat ia berdo'a sebenarnya ia telah mendapatkan kebaikan. Do'a adalah perbuatan baik. Tugas kita adalah beramal. Do'a amalan yang terbaik.

Yang jadi perso'alan adalah kita merasa tidak butuh berdo'a. Kita malas berdo'a adalah problem besar. Merasa cukup dengan mengandalkan kecerdasan, kemahiran, keahlian tanpa meminta semua itu kepada Allah kondisi yang menjauhkan kita dari keuntungan yang besar.

Allah Maha Kaya. Sebanyak apapun kita berdo'a bagi Tuhan itu tidak ada apa-apanya. Dia tidak akan pernah menjadi fakir bila kita banyak meminta dan permintaan kita banyak. Hanya Tuhan yang senang diminta.

Saya masih banyak yang ingin ditulis. Namun saya ingat kita harus mulai berdo'a. Yuk ...

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.