Hikmah Dari Gontor

Alhamdulillah, saya dibawa ke Gontor oleh Ustadz Ramdan dan Ustadz Daniel. Dengan mobil yang dikemudikan kang Ahmad kami meluncur ke Jawa dengan tujuan ke Pondok-pondok Gontor. Tugas utamanya adalah menyampaikan titipan dari para orang tua santri kepada putera dan puterinya.

Banyak hikmah yang ingin saya tulis di sini. namun karena terlalu banyak maka akan saya ringkas menjadi beberapa yang masih teringat di dalam relung jiwa saya.

Hikmah Dari Gontor
Hikmah Dari Gontor

Pertama

 saya sangat merasakan adanya kekuatan besar yang menuntun saya dan merangkai semua peristiwa itu. Saya dibimbing untuk mendekati itu dan Allah menyediakan sarananya. Tidak sedikit pun ada rencana di hati saya sebelumnya untuk trut serta ke Gontor. Maksud pertama adalah menghadiri pernikahan sahabat kami, Ustadz Syarhul Fadil di Bekasi lalu kemudian ke Bandung menemui kyai guru saya.

Kedua

Saat sampai di kawasan Gotor Puteri 1 dan 2 saya sangat kagum. Yang terlihat pertama tentu penampakan lingkungan pondok yang luas, indah rapi, dan tentu sangat sibuk. Saya sangat menikmati suasana Kota Santri yang sebenarnya, "hilir mudik silih berganti - pulang pergi mengaji.

Ketiga

Saya menyadari itu adalah buah keikhlasan dan kerja keras. Sesuai Panca Jiwa dan Visi dari para pendiri Gontor seharusnya begitu juga para manusia modern sekarang membangun sarana pendidikan.

Keempat

Saya sangat menyadari kasih sayang orang tua tidak hanya berbentuk belayan tangan dan dekapan erat yang tidak lepas. Namun juga ternyata bentuk lain dari kasih dan sayang adalah harus merelakan sang buah hati sibiran tulang pergi jauh, dan orang tua selalu merindukan anak-anaknya. Bila mungkin harus ditengok tiap saat maka tentu akan tiap saat orang tua menengok anaknya.

Kelima

Saya sempat bertemu dengan seorang sepuh dari kediri. Ia bilang, "membenarkan orang pintar itu sulit, tapi memintarkan orang bener itu sangat mudah." bagi saya ini sangat berarti. Kata-kata singkat yang mengandung banyak hikmah.

Keenam

Masih kata-kata sepuh dari Kediri tadi, "kalau orang Indonesia sudah pada Kaya, maka orang-orang akan hilang rasa malunya." Perkataan ini terbukti. Semakin kaya ternyata semakin tidak tahu malu saja.

Ketujuh

Ini yang terakhir saja, dari Ustadz Ramdan ia bilang, "Kaya itu penting, tapi asal kaya." Ungkapan yang benar sekali. Menjadi kaya itu penting dan ketika kaya harus digunakan dalam kebaikan. Yang sebaliknya "yang penting kaya" itu harus diwaspadai karena mencirikan gaya hidup menghalalkan segala cara demi meraih kekayaan."

Sangat banyak hikmah yang bisa digali, falsafah hidup yang bisa diselami, namun saya tidak mampu mengingat semuanya. Semoga Allah selalu menampakkan  hikmah-hikmahnya bagi orang-orang yang mencarinya.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.