Cerita Kang Yedi Tentang Berbuat Baik

Kali ini saya akan mencatat apa yang saya dengar belum lama ini. Mudah-mudahan tulisan di blog ini juga bisa menjadi inspirasi bagi yang membacanya. Tentu kebaikan yang ditanam kemudia mengilhami yang lain untuk melakukan perbuatan baik sangat diharapkan bermanfaat besar.

Beliau, saya menyebutnya Kang Yedi, salah seorang yang rumahnya bertetangga dengan rumah kontrakan tempat saya tinggal sekarang, ia berkata kurang lebih begini, "saya melakukan kebaikan yakin akan dibalas kebaikan oleh Allah. Namun bukan berarti kebaikan itu hanya untuk kita sekarang. Bahkan buah dari kebaikan itu akan dirasakan oleh keturunan kita. Itu sudah terbukti nyata dalam hidup saya."

Dalam perkataan di atas seperti yang saya kutif ada poin-poin penting yang bisa kita jadikan pelajaran. Pertama bahwa kebaikan akan dibalas kebaikan. Itu pertama-tama harus diyakini dengan mendalam.

Maka bila sepintas lalu ada orang baik yang sepertinya tidak atau belum mendapatkan balasan atas kebaikannya maka jangan lah terburu-buru mengatakan "tapi". Karena mungkin yang menurut kita itu buruk dalam namun dalam pandangan Allah dengan ilmu-Nya itu baik.

Yang kedua kebaikan bersifat mendatangkan manfaat yang banyak. Bahkan dalam ayat Al-Qur'an Surat Ath-Thur disebutkan bahwa karena keshalihan orang tuanya dahulu generasi berikutnya digolongkan bersama orang tua itu meski keturunannya itu tidak seshalih dia. syaratnya adalah iman dan amal shalih.

Kang Yadi juga sempat berkata, kurang lebih begini, : "Saya tidak fasih membaca ayat-ayat Kitab Suci, namun setidaknya saya pernah mendengar bahwa satu kebaikan akan dibalas banyak kebaikan. Pertanyaannya adalah "Kapan" dan "berapa banyak".

Ya kita tidak tahu kapan persisnya kebaikan itu akan dibalas. Jumlah balasannya pun kita tidak akan tahu. Yang kita tahu kebaikan itu mungkin dibalas kebaikan yang serupa, dua kali lipatnya, sepuluh kali lipatnya, 700 kali lipatnya, berlipat-lipat, dan sampai tidak terhingga sesuai ilmu dan kemahaluasan karunia dan rahmat Allah.

Kang Yadi juga sempat bilang kurang lebih begini, "Sekeluarga kita sehat mungkin merupakan balasan kebaikan kita yang lalu."

Ucapan di atas seratus persen benar. Kita sering kali merasa do'a kita tidak diijabah dan kebaikan kita tidak berbalas. Namun ternyata kesehatan, kekuatan, kesempatan yang ada tidak dimaknai sebagai nikmat, dan mungkin itu balasan dari Allah atas perbuatan baik kita, meskipun kita tidak boleh membanggakan diri dan amal kita.

Dengan kutipan di atas semoga yang nulis dan membaca tambah semangat berbuat baik. Amin


logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.