Orang Seperti Saya Tidak Boleh Salah

Orang Seperti Saya Tidak Boleh Salah - 
Dalam catatan ini saya merangkum salah satu hasil perbincangan dengan seorang pengusaha yang sukses dalam bisnisnya. Salah satu kalimat yang saya ingat adalah kalimat "Orang Seperti Saya Tidak Boleh Salah".

Sebelumnya ia banyak menjelaskan beberapa kata kunci yang harus diperhatikan saat bisnis. Sikap kita yang baik akan menentukan keberhasilan dalam usaha. Soal sukses bukan hanya soal cerdas dalam berfikir namun juga soal kerja keras dan bersikap dengan sikap yang terbaik.

Orang Seperti Saya Tidak Boleh Salah
Orang Seperti Saya Tidak Boleh Salah

Beliau mengingatkan bahwa seorang pengusaha itu harus punya "minimal" 7 Jurus jitu dalam menjalankan bisnisnya. Dan yang dua point menjadi sangat menentukan karena ia bagaikan finishing yang akan membuat indah semuanya.

Yang dua itu adalah kejujuran dan istiqamah. Sikap jujur akan membuat orang lain percaya. Kalau punya sikap ini berarti ia telah punya modal 50 persen. Dan modal besar ini disempurnakan dengan istiqamah. Ketekunan, ketelatenan, kerja keras termasuk dalam lingkup istiqamah ini.

Dengan berbekal sikap mental ini, beliau berhasil mendapatkan proyek dengan modal dari orang lain. Bila kredibilitas kita sudah baik maka orang lain tidak akan pernah ragu untuk menanamkan modalnya. Bahkan tidak sedikit karena faktor kekaguman pada kejujuran yang dimiliki seseorang menarik simpati orang lain untuk memberikan modal tanpa jaminan, atau bahkan tidak harus pula mengembalikan lagi.

Kejujuran harus diawasi salah satunya dengan istiqamah. Tidak boleh ada celah yang membuat seseorang menjadi tidak istiqamah. Tanda seseorang istiqamah adalah berupaya keras untuk mencapai kesuksesan pada satu bidang sebelum merambah bidang lain.

Bertahun-tahun ia terus bersikap seperti itu. Maka orang-orang pada ingin memberikan modal untuk ia gunakan dalam usaha yang dijalankannya. Maka saat ini pula ia menjadi tambah waspada. Jangan sampai ia berbuat sesuatu kesalahan yang mencederai ktredibilitas yang ia bangun selama ini.

Ia kini telah ada di puncak yang tinggi. Kita tahu bila terjatuh dari tempat yang tidak terlalu tinggi rasa sakitnya tidak sesakit bila terjatuh dari puncak tertinggi. Ia sadar semakin tinggi semakin kencang pula angin yang akan menerpa.

Saat di ketinggian kita akan melihat semua yang di bawah begitu kecil. Yang di bawah seperti bergerak perlahan. Ini berarti bila sedang ada di puncak maka tidak boleh memandang rendah orang lain. Dan bila sedang mencapai derajat yang tinggi tidak boleh menganggap kecil orang lain.

Orang yang di puncak suatu saat akan turun pula ke lembah. Meskipun saat di puncak semmua terasa indah namun keindahan itu tidak akan lagi terasa indah bila ia rasakan sendiri. Maka seharusnya ia turun gunung dan suatu saat mengajak yang lain menuju puncak, dan melihat keindahan dari sana.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.