Menulis Yang Akan Dilakukan, Melakukan Yang Telah Ditulis

Menulis Yang Akan Dilakukan, Melakukan Yang Telah Ditulis

Terus saja guru sekaligus paman saya mengatakan, "ikat lah binatang buruan mu dengan tali yang kuat". Ini sebenarnya kata-kata mutiara yang sangat perlu untuk diperhatikan. Bukan hanya untuk para pelajar, namun juga untuk semua orang.

Dahulu, aktifitas menulis termasuk "aib" yang harus dijauhkan dari masyarakat. Saat ini kepandaian seseorang diukur dari kecerdasan dan daya hapalnya. Kita sering mendapatkan cerita tentang hebatnya hapalan mereka itu. Istilahnya, sepanjang apa pun perkataan yang terdengar tetap saja mereka akan mampu menghapalnya tanpa ada keliru dan hilang sebagian kata-katanya.

Menulis Yang Akan Dilakukan, Melakukan Yang Telah Ditulis
Menulis Yang Akan Dilakukan, Melakukan Yang Telah Ditulis

Dalam sejarah Masyarakat Arab kuno ada juga kisah tentang kehebatan daya ingat ini. Di Makkah atau di tempat-tempat keramaian - seperti pasar - ada selalu sayembara pembuatan syair. Dan mereka bisa hapal seluruh isi syair yang panjang dan memiliki kedalaman makna.

Dalam tradisi Islam pun kita sudah sering mendengar tentang kehebatan hapalan. Contohnya Imam Bukhari yang mampu mengingat 100 rangkaian periwayat hadits (rawi) dan ia mampu pula menyusun semuanya menjadi rangkaian periwayat yang benar.

Saat menjelang Nabi Muhammad akan dilahirkan ke dunia, di Masyarakat Arab telah banyak yang mampu menulis dan membaca huruf yang tentu masih sangat sederhana bentuknya. Meski pun menulis dapat menurunkan derajat kehormatan seseorang, namun pada masa ini pandangan itu mulai berkurang. Bahkan yang mampu menulis dan membaca memiliki keutamaan tersendiri. Karena ia punya kelengkapan kemahiran dan pengetahuan.

Saat Nabi diutus menjadi rasul, Ia mulai mengjarkan Al-Qur'an dan Syari'at, Beliau malah memerintahkan untuk menulis Al-Qur'an. Ternyata di akhir kemudian, masa sekarang, sangat terasa pengaruh dari ajaran Rasulullah ini.

Dulu, saat masa-masa kekhilafahan dan raja-raja Islam ulama yang mampu menulis sebuah buku yang bermutu akan sangat dihargai oleh pemerintah. Dinar dan dirham akan ia dapatkan meskipun bukan itu yang menjadi tujuan.

Bagaimana dengan masa sekarang? Masa sekarang pun tidak jauh berbeda. Siapa yang pandai kata-perkata yang bermutu hingga mampu menyusunnya menjadi sebuah tulisan maka ia akan mendapatkan uang dan tentu kemasyhuran.

Contoh paling dekat adalah para blogger saat ini. Pendapatan yang ia dapatkan ratusan juta itu adalah karena ada tulisan pada website atau blog mereka. Dan bukan hanya sekedar menulis namun berupaya agar tulisannya bermutu tinggi, berkualitas tingkat dunia, banyak dicari, dan banyak dibutuhkan orang.

Maka dengan ini menulis sangat lah penting. Niat kan sebagai amal jariah. Dan Allah hanya menerima yang baik. Maka jangan menulis yang tidak baik. Tulis lah yang mudah, dekat, pengalaman sendiri, hikmah dari orang lain, kisah inspiratif yang membangun semangat dan kata-kata motivasi yang menggugah ambisi.

Bila masih merasa kesulitan tulis lah yang terlintas dalam pikiran atau terbersit dalam benak saat itu. Menulis Yang Akan Dilakukan, Melakukan Yang Telah Ditulis.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.