Syahrul Qur'an dan Syarhul Qur'an , Apa Bedanya?

Sare Yuk ...!!!
Inilah yang Harus diperhatikan oleh Peserta Lomba Syarhul Qur'an

Alhamdulillah saya bisa menulis kembali di blog kesayangan yang sederhana ini. Kemarin ada sedikit peringatan dari Allah dengan cara melumpuhkan sarana "ngenet" saya. Modem masuk wadah cucian, hingga "matot" alias mati total.

Kali ini kita akan melihat perbedaan antara Syahrul Qur'an dan Syarhul Qur'an. Sebenarnya tulisan ini merupakan jawaban atas keresahan pribadi saya sendiri. Saat acara MTQ Ke 43 Tingkat Kabupaten Cianjur di Cidaun banyak orang yang salah sebut salah satu cabang dalam MTQ tersebut. Cabang perlombaan itu adalah SARHUL QUR'AN. Orang banyak yang salah menyebut cabang perlombaan yang terakhir ini dengan SYAHRUL QUR'AN. Apa perbedaan di anatar keduanya? Pada baris-baris selanjutnya akan kita bahasa bersama-sama.


Dalam MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an) ada beberapa cabang perlombaan. Tilawah (Murattal, Anak-anak, Remaja, dan Rewasa, serta Qiraah Sab'ah), Tahfidh (1, 5, 10, 20, dan 30 juz), Kaligrafi (naskh dan dekorasi), Cerdas Cermat, dan Syarhul Qur'an.

Cabang perlombaan Syarhul Qur'an adalah perlombaan menjelaskan isi kandungan ayat-ayat pilihan dalam Al-Qur'an yang disesuaikan dengan mengambil pelajaran dari kisah dan sejarah masa lalu, perkembangan zamn pada masa kini, dan estimasi dan motivasi untuk masa yang akan datang.

OK. Kita masuk ke pembahasan perbedaan antara Syarhul Qur'an. Syahrul Qur'an berati Bulan Al-Qur'an. Perkataan ini merujuk pada Bulan Ramadhan. Benar pada bulan ini Al-Qur'an diturunkan sehingga sering diadakan pengajian dalam rangka membahas ini yang masyarakat banyak menamakannya dengan Nuzulul Qur'an". Ada perbedaan pendapat mengenai mengenai kapan Al-Qur'an diturunkan, namun nash yang sharih menjelaskan bahwa ia diturunkan pada tanggal 24 Bulan ramadhan.

Ramadhan sebagai Syahrul Qur'an dijelaskan sendiri oleh Allah dalam firmannya yang ada dalam Surah Al-Baqarah dan ada dalam rangkaian ayat-ayat yang menjelaskan tentang puasa. Maka di Bulan ini kaum muslimin harus memperbanyak membaca, menelaah, dan mengamalkan Al-Qur'an.

Sedangkan yang dimaksud dengan Syarhul Qur'an adalah menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an sesuai tema. Namun tentu berbeda dengan ceramah umum yang tanpa tema khusus lalu kemudian mengambil ayat Al-Qur'an sebagai penjelasan atau penguat dalil. Jadi dalam Syarhil Qur'an ayat dulu lalu dijelaskan dari berbagai sudut pandang dan multidisiplin. Sedangkan dalam obrolan biasa, berbicara dulu lalu mengambil dalil dari Al-Qur'an sebagai landasan dan penguat argumentasi. Yang harus dihindari adalah memaksakan teori atau argumen tertentu seperti mendapat dukungan Al-Qur'an. Di sinilah letaknya diskusi mengenai tafsir 'ilmi berada.

Demikian sepanjang pengetahuan penulis

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.