Inilah Perayaan Maulid yang Paling Boombastis

Inilah Perayaan Maulid yang Paling Boombastis - Hi kawan, semoga keberkahan memayungi anda di Shubuh ini dan sepanjang hari mu. Keberkahan yang harus dicari dengan mengamalkan perintah Allah dan meninggalkan yang dilarangnya. Mungkin Taqwa lah kata yang paling tepat untuk menggambarkannya. Barangkali begitu. Sayang yang membuat tulisan ini belum punya kecakapan untuk berbicara panjang tentang ini.

Ini adalah curahan hati saya yang sangat sayang bila tidak saya tuliskan. Semua orang yang mencintai Allah kemudian mencintai Rasul-Nya pasti mengakui bahwa meskipun besar cinta itu namun selalu ada celah untuk bertanya lebih jauh. Apakah benar cinta ini begitu adanya? Atau apakah perbuatan yang tidak sesuai dengan yang diperintahkan telah mengikis cinta ini?

Inilah Perayaan Maulid yang Paling Boombastis
Inilah Perayaan Maulid yang Paling Boombastis

Ya. Bagi saya yang awam ini kemungkinan besar mencintai Nabi saw hanya sekedar buah lisan. Namun dari hati yang paling dalam cinta ini dirasakan sangat dalam. Meskipun perbuatan belum bisa selaras dengan yang seharusnya namun cinta ini memang ada.

Yang membesarkan hati saya adalah kisah percakapan seorang dari kampung Arab dengan sang Nabi. Muhammad saw ini dengan lembutnya kasih menyatakan bahwa "Engkau akan bersama yang engkau cintai." Bila saya mencintai Nabi maka saya sangat berharap akan dikumpulkan bersamanya di surga yang lebih baik dari semua barang berharga yang tellah saya kumpulkan di dunia ini.

Tentu tidak sekedar berharap dan duduk-duduk malas tanpa upaya yang gigih. Semuanya harus berusaha untuk menggapainya. Saya lihat di antara kita ada banyak yang telah berkorban untuk ini. Saya malu sekali karena saya hanya punya niat sampai saat ini. Dan saya belum melakukan apap-apa untuk kebaikan akhirat saya.

Kini bulan hijriyah telah memasuki bulan Rabi'ul Awwal. Dulu, pada Tahun gajah Nabi dilahirkan pada bulan ini. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi telah menjadi nabi saat Adam as masih dalam proses kejadian. Ada juga riwayat yang menyebutkan bahwa bila bukan karena Nabi maka seluruh semesta ini tidak akan diciptakan Allah. Semua riwayat ini masih diperselisihkan. Sayang yang menulis ini tidak punya kapasitas untuk panjang lebar dalam hal ini.

Saya sangat bergembira dengan Rabi'ul Awwal ini. Dan saya merayakannya. Perayaan yang timbul dari dalam hati. Saya teringat bahwa Nabi Muhammad ini telah dijadikan Rahmat oleh Allah. Mohon koreksi bila saya salah. Jadi semua yang berhubungan dengan Nabi Muhammad semuanya rahmat.

Maka tutur katanya rahmat, sikapnya rahmat, diamnya rahmat, candanya rahmat, marahnya rahmat, damainya rahmat, perangnya rahmat, semuanya rahmat dan rahmat. Tidak ada yang dari Nabi yang bukan Rahmat. Bahkan satu kata ini meliputi dan telah mewakili kata lain yang indah, tenang, aman, dan damai.

Maka dalam bingkai inilah Nabi saw, sahabatnya, dan pengikutnya hidup. Hiduplah dalam rangka mendapat Rahmat allah dan menyebarkan Rahmat Allah. Sebagaimana Nabi yang mengasajarkan bahwa kit ahrus mengasihi orang yang zhalim dan yang dizhalimi.

Menyebar kasih kepada yang zhalim adalah dengan mencegahnya, menasihatinya, memeranginya, untuk kemudian membawanya kepada jalan keadilan. Karena kezhaliman adalah kegelapan yang membuat orang celakan karena tanpa cahaya maka mata pun tidak berdaya. Tanpa cahaya petunjuk jalan pun tidak kelihatan. Tanpa cahaya kompas dan pedoman pun tidak tampak. Namun begitu cahaya tanpa mata yang melihat akan berkurang dari fungsinya yang asli. Maka milikilah cahaya, mata, pedoman, petunjuk, kompas, dan tujuan hidup untuk mendapatkan Rahmat Allah.

Menabur sayang kepada orang yang dizhalimi adalah dengan membelanya, mengangkat tubuhnya, menggembirakannya, menghapus air matanya, menenangkannya, mengantarkannya ke tempat aman, mendampinginy kala bersedih, dan menempatkannya di tempat yang jauh dari kezhaliman.

"Nabiyyurrahmah", Nabi Rahmat, Nabi yang menjadi rahmat, Nabi pembawa rahmat. Allahumma shalli wasallim 'ala Muhammadin wa-Alih wa-Shahbih.

Saya teringat,
"Innaa arsalnaaka rahmatallil'alamiin".
Siapa yang mengutus Nabi Muhammad menjadi rahmat? Jawabannya; Allah.
Siapa yang diutus menjadi Rahmat? Jawabannya adalah; Muhammad saw.
Jadi apa Nabi diutus? Jawabannya; Rahmat
Bagi siapa Nabi diutus menjadi Rahmat? Jawabannya bagi seluruh alam.

Begitulah Nabi. Ia diutus menjadi rahmat Allah kepada seluruh semesta alam. Bukan hanya manusia muslim yang dikasihinya, namun juga yang menentang kepadanya tetap ia kasihi. Berdakwah, berjihad, dan menetapkan hukuman adalah bentuk Rahmat Allah yang ada dalam diri Rsulullah saw. Benar. Dakwah adalah bentuk kasih sayangnya kepada manusia.

Ia mengetahui bahwa ajaran yang akan disampaikannya adalah jalan yang akan mengantarkan manusia menuju kebahagian. Dan sampai akhir hayat ia sampaikan ini dengan tatapan mata dan senyum yang meyakinkan. Ia akan terus meyakinkan orang dengan ini melalu serangkain metode dan yang pertama dibuka adalah akal manusia.

Bukan hanya yang punya nafas dan tanda kehidupan yang dikasihinya, bahkan makhluk yang tergolong "benda mati" walaupun sebenarnya semua bisa bicara dan bersaksi di hadapan Allah, benda yang seperti itu oleh Rasulullah juga dikasihi. Ia menamakan gelas, pedang, dan benda-benda lain dengan nama-nama kesayangan.

Dengan Rahmat yang dihujamkan Allah dalam dirinya ia menolak saat ada tawaran untuk menimpakan gunung kepada penduduk Tah-if. Malah ia berdo'a semoga dari sulbi-sulbi orang-orang itu akan lahir generasi yang beriman kepada Allah swt.

DAN, saya mau menyatakan bahwa bahkan sampai perang sekalipun itu didasari dengan Rahmat. Perang bukanlah gaya hidup muslim dan bukan pula hobinya. Muslim adalah orang yang cinta damai. Maka saya menolak bila muslimin adalah kaum teroris. Bukankah sudah terbukti bahwa bila kaum muslimin masuk ke suatu wilayah itu selalu membawa peradaban yang maju. Bahkan sering kali ia msuk ke suatu wilayah karena masyarakatnya tertindass. Misi perdamaian dan pembebasan yang dilakukannya, buka kolonialisme, imperialisme yang merupakan kedok penjajahan.


Ada ayat Al-Qur'an yang pernah saya dengar, tolong koreksi bila salah- yaitu; "Qul bifadhlillahi wabirahmatihii fabidzaalika falyafrahu huwa khirummimma yajma'un". Ayat ini tentu punya pengertian yang hanya para mufassir dan orang-orang ahli saja yng bisa tepat mengartikannya.

Menurut yang saya dengar bahwa kita harus bergembira dengan karunia dan rahmat Allah saja. Karena itu lebih baik dari semua yang dikumpulkan. Bagi saya Babi Muhammad adalah Karunia terbesar dan Rahmat Allah dalam hidup, bukan hanya saya namun bagi seluruh alam.

Dan benar Rasulullah adalah karunia Allah bagi alam semesta. Saya pernah mendengar ayat ini, tolong diingatkan bila keliru, yaitu; Laqad mannallahu 'alalmu'miniina idz ba'atsa fil-ummiyyina rasulamminhum yatluu 'alaihim aayaatihi wayuzakkiihim wayu'allimuhumulkitaba walhikmah ..."

Di ayat tersebut Allah dengan jelas menyebutkan bahwa Rasulullah adalah karunia Allah bagi masyarakat yang tidak membaca dan menulis, dan kita tahu bahwa ia bukan hanya karunia bagi mereka namn bagi seluruh alam.

Kata "Fadhl" dalam bahasa indonesia juga berarti keutamaan. Maka nabi adalah keutamaan bagi seluruh alam. Mengikutinya adalah kewajiban dan keutamaan. bangsa manusia menjadi lebih mulia dari pada makhluk apapun dengan Nabi Muhammad menjadi Nabi. Bumi pun menjadi mulia karena Nabi lahir di bumi. Kita bersujud kepada Allah di tanah bumi dan dari langit dan bumi Allah yang akan mencurahkan rahmat-Nya.

Sebaliknya keutamaan dari allah atau kemuliaan yang disematkan akan tiada bila enggan mengikuti ajarannya. Dan tentu bagi yang takut, curiga, dan memusuhinya kemulian dan kehormatan dari Allah belum bisa ia dapatkan meski pun ia telah berhasil mengumpulkan benda-benda berharga yang sangat banyak.

Seharusnya Ummat Nabi Muhammad ini mampu menjadi Rahmat juga bagi seluruh alam. Bila sekarang masih juga dunia kaum muslimin ini masih bodoh, terbelakang, tertindas, dan masih selalu menjadi korban, tertuduh, terpojok dan sebagainya maka tentu ada yang salah dalam pengamalan ajaran kita.

Maka mari mulai dengan basmmalah,
Bismillahirrahmanirrahim. Di kalimat ini ada nama Allah "Arrahman" dan "Arrahiim". Maha Kasih dan Maha Penyayang. Maka dengan mengatasnamakan nama-Nya janganlah kita lepas dari kasih sayang dalam semua yang kita perbuat.

Mulailah dengan salam,
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Dengan kalimat ini kita menyatakan harapan tinggi dan besar untuk menyuburkan perdamaian, kasih, sayang, dan keberkahan sebagaimana dengan jelas ada dalam kalimat ini.

Maka maulid kali ini saya ingin dan berharap khusus untuk diri saya sendiri dan umum kepada sahabat semua untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad dan bershalawat memohonkan selalu curahan Rahmat Allah untuk Nabi Muhammad saw...

Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'alaa A-li Muhammad.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.