Cara Cepat Menghapal Al-Qur’an 3 Bulan 2 Minggu dengan Metode Nurul Bayan

"Cara Cepat Menghapal Al-Qur’an 3 Bulan 2 Minggu dengan Metode Nurul Bayan"- Bagaimanakah cara cepat menghapal Al-Qur’an. Adakah trik-trik kilat atau jalan pintas membuat kita cepat hapal ayat-ayat Al-Qur’an. Tentu secara singkat kita bisa menjawab dengan jawaban “ada”. Lantas metode mana yang paling cepat. Itulah yang akan dibahas pada artikel ini.

Setelah membaca beberapa rujukan metode cara cepat menghapal Al-Qur’an saya memberikan beberapa ulasan sebagai berikut:
Yang pertama menghapal Al-Qur’an tidak sama dengan mengahapalkan ilmu yang lain. Menghapalnya harus dengan niat tulus untuk menjadikannya sebagai pedoman beramal sehari-hari.

Maka niat ini akan memberikan dorongan dan kekuatan yang besar. Energi sang penghapal akan berlipat ganda. Tujuan di atas tujuan ini benar-benar membuka simpul-simpul kebodohan dan kegelapan di dalam hati sang penghapal Al-Qur’an. Ia meenyerap energy yang Allah berikan kepadanya. Kita telah mendapatkan kabar yang shahih bahwa para penghapal Al-Qur’an mendapatkan anugerah dari Allah berupa kesehatan, kecerdasan, dan kekuatan. Sering orang bertanya-tanya apakah tidak cape selama hamper ¾ waktu sehari semalam dipakai untuk menghapal Al-Qur’an. Capek tentu namun Allah telah memberikan ketabahan bagi mereka dan kekuatan pikiran dan badan sekaligus.


Trik-trik agar tetap selalu semangat dan tidak goyah niat adalah dengan cara mengingat keuntungan-keuntungan yang akan di dapat di akhirat nanti bagi para penghapal Al-Qur’an. Sedangkan keuntungan di dunia ini adalah dapat beramal sesuai petunjuk yang ada dalam Al-Qur’an.

Selanjutnya bacalah juga kisah-kisah inspiratif dari para ulama atau orang-orang yang lisannya selalu berhias ayat-ayat Al-Qur’an dan beramal dengan amalan yang sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an. Bagaimana Al-Qur’an yang dihapalnya mmpengaruhi diri mereka.


Saat membaca kisah-kisah itu pasti kita akan menemukan bahwa Al-Qur’an mengundang rahmat Allah turun kepada yang membacanya. Banyak sekali bentuk kasih saying Allah yang akan hadir di tengah-tengah keluarga yang mencintai Al-Qur’an.

Kemudian bergabunglah dengan orang-orang yang juga suka menghapal Al-Qur’an. Temuilah kawan-kawan yang hapal Al-Qur’an, datangilah perkumpulan-perkumpulan yang mengkaji Al-Qur’an dan bertadarus Al-Qur’an.


Dari ulasan di atas maka dapatlah kita tarik satu pedoman bahwa menghapal Al-Qur’an harus dengan niat tulus. Kebersihan hati harus tetap diupayakan. Caranya dengan berdo’a, tahajud, berkumpul dengan orang shalih, berpuasa, dan berdzikir.

Ada satu sya’ir dari Imam Syafi’I yang menceritakan tentang pentingnya kebersihan hati dalam mempelajari Al-Qur’an dan ilmu-ilmu lainnya;
شكوت إلى وكيع سوء حفظي
فأرشــــــــدني إلى تــــرك المعــــاصي
Dalam bait syair ini Imam Syafi’I bercerita tentang menurunnya hapalan beliau. Ia mengadu kepada gurunya, Imam Waki’ tentang hal itu. Imam Waki’ memberikan petunjuk bahwa Imam Syafi’I harus meninggalkan kemaksiatan bila ingin hapalannya kembali sedia kala.

Kita tahu siapa Imam Syafi’i. Sejak belia ia sudah hapal Al-Qur’an. Ia juga hapal Hadits-hadits Rasulullah SAW. Bahkan ia telah menjadi mufti saat usianya belum genap sepuluh tahun. Kita tidak tahu menurunnya daya hapal orang secerdas imam Syafi’I yang ia keluhkan tadi seperti apa. Bila Imam Syafi’I yang ahli ibadah masih harus meninggalkan maksiat maka apalagi manusia zaman sekarang.


Bagian pertama ini merupakan bagian awal yang akan berkaitan dengan kebersihan hati yang membawa seseorang lebih cerdas dan memiliki daya tahan yang kuat dalam menghapal Al-Qur’an.
Kedua, Dalam menghapal Al-Qur’an tidak cukup hanya bermodal kecerdasan. Selebihnya adalah kita harus bekerja keras. Banyak orang bilang kita harus bekerka cerdas. Betul tapi itu masih kurang. Bekerja cerdas seperti apa yang akan mengalahkan hasil kerja keras.

Sejarah membuktikan bahwa orang yang cerdas dikalahkan dengan orang yang ulet, tekun, tahan banting, meskipun ia tidak cerdas. Dengan ini ada kisa h menarik bahwa yang tadinya tidak cerdas namun ia berusaha untuk meningkatkan kecerdasannya ternyata dari hasil kerja kerasnya itu ia menjadi sangat cerdas.

Berkaitan dengan kerja keras ini ingin saya berbagi dengan anda tentang satu metode menghapal Al-Qur’an dari tanah Mesir sana. Jangan anda bayangkan metode ini seperti metode yang sim salabim abra kedabra, langsung bisa. Itu semua tidak bisa.

Metode Nurul Bayan ini jauh dari kesan tersebut. Bahkan kerja keras adalah jantung dari sema proses penghapalan Al-Qur’an di sana. Penghapal Al-Qur’an harus bangun dari mulai sebelum Shubuh hingga setelah jam 08.00 malam.

Dan satu lagi peran keteladanan seorang guru para penghapal Al-Qur’an sangat dipentingkan. Ia harus tetap berda di tempat selama proses ini berlangsung. Ia adalah tempat para murid bertanya dan meyakinkan jawabannya.

Pantas saja bila selama 3 bulan 2 minggu anak-anak yang belajar sanggup hapal Al-Qur’an. Ya karena antara guru dan murid bekerja sama dalam lingkungan yang kondusif untuk menghapal Al-Qur’an. Bila anda ingin merasakan suasana ini silahkan hubungi pesantren Al-Ittihad Cianjur dan akan anda dapatkan informasi mengenai ini dengan jelas.

Memang bila ingin sukses terutama dalam menghapal Al-Qur’an maka anda jangan setengah-setengah. Berikan semuanya maka ilmu akan memberikan sedikit kepadamu. Dan ilmu tidak akan memberikan yang sedikit itu sebelum kamu memberikan segalanya untuk dia.

Diceritakan bahwa seorang pegawai pemerintahan di Indonesia rela berhenti bekerja sebagai pegawai dan membawa istri dan ke 4 orang anaknya ke Mesir dengan tujuan menghapal Al-Qur’an. Secara logika itu konyol namun logika spiritual memberikan jawaban berbeda.

Ada lagi seorang bisnis man yang mengrimkan anakanya ke mesir untuk menghapal Al-Qur’an. Dan sepulang dari Mesir anaknya yang kecil itiu sanggup menghapal Al-Qur’an. Dan ia merasakan bisnis nya semakin lancar.

Indonesia, Qurratu ‘Aini

Mendengar orasi dari Syaikh ‘Isham dari Mesir membuat semangat menghapal Al-Qur’an semakin bergejolak. Ia berkata bhawa di dunia ini tidak ada yang lebih cerdas selain orang Indonesia. Hanya saja orang-orang Indonesia malas menggunakan kecerdasannya.

Indonesia adalah potensi besar kaum muslimin sedunia. Maka dengan ini lembaga-lembaga Islam dan Penghapal Al-Qur’an harus terus ditumbuhkembangka. Al-qur’an harus menjiwai relung hati dan pikiran setiap generasi muslim Indonesia. Benar saja bahwa anak-anak kaum muslimin Indonesia adalah Qurratu ‘Ainiii .... begitu syaikh mengatakan.

Mari mendukung pesantren-pesantren yang mengajarkan Al-Qur’an dan ilmu-ilmu Islam. Mari menghormati para guru yang mengajarkan Al-Qur’an. Ia telah rela meninggalkan kesenangan duniawi dan memilih untuk memasang telinga, hatii, perhatian, dan pemikiran untuk mendengarkan dan meluruskan bacaan anak-anak kita.

Tidak banyak waktu untuk mereka menambah penghasilan. Hanya sedikit waktu mereka untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Maka dengan ini datangilah mereka dan muliakan mereka dengan harta yang anda punya. Jangan lah ragu untuk memberikan sebagaian dari yang Allah titipkan kepada Anda. Percayalah hanya sedikit yang mereka butuhkan, dan mereka adalah orang-orang ikhlas yang tidak silau dengan harta. Insya Allah dengan diberikan harta anda sedikitpun tidak akan habis bahkan akan bertambah barakah.

Sekian dulu ya... Mari belajar menghapal Al-Qur’an... !!!

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.