The Trees are Known from Their Fruits

Allah tidak memandang rupa dan jasad. Akan tetapi Allah memandang hati manusia. Yang paling mulia dalam pandangan Allah adalah orang yang paling bertaqwa kepada-Nya. Maka bersihkan lah selalu hati kita.

Sebagaimana sebuah gelas dinamai dengan isinya. Bila gelas itu berisi madu maka dinamakan segelas madu. Bila isinya susu maka dinamakan segelas susu. Bila isinya the akan disebut segelas the. Begitu pula bila isinya kopi maka akan disebut segelas kopi.

Begitu Pula, pohon dinamai dengan nama buahnya. Bila buahnya manga maka pohonnya disebut pohon manga. Bila buahnya papaya maka dinamai buah papaya. Terus demikian dalam penamaan dan pemberian julukan. The Trees are Known from Their Fruits.

Maka dengan demikian, manusia akan dikenal dengan buah amalnya sehari-hari. Bila amalnya baik maka masyarakat akan menjulukinya baik. Contohnya dalam budaya sunda orang yang dermawan suka diberi sifat dengan kata “bageur”. Bila ada orang yang dermawan, misalkan namanya Agus maka akan dipanggil “Agus Bageur”.

Manusia tidak akan mampu menyelami hati sanubari seseorang. Ia tidak akan sanggup meneropong apa yang ada dalam pikirannya. Yang bisa manusia lakukan adalah memberi penilaian atas yang tampak saja dan yang tersembunyi tidak boleh dikorek-korek. Dalam Agama Ghibah dan tajassus itu terlarang. Karena merupakan hal yang merusak harga diri orang lain.

Apa yang harus dilakukan ?

Yang harus dilakukan adalah sekuat tenaga harus membiasakan diri berbuat baik. Setiap perbuatan baik yang dilakukan meskipun berat akan banyak pengaruhnya terhadap jiwa dan anggota badan pelaku. Jiwanya tunduk dan tubuhnya akan mudah dibawa kepada kebaikan.

Perjuangan dalam melakukan kebaikan merupakan amalan utama yang harus ditegakkan.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.