Tempus Fugit, Non Autem Memoria

Bangga akan kejayaan masa lalu adalah keniscayaan. Setiap orang pasti bangga akan keberhasilan di masa lalu yang pernah ia raih. Dan yang lebih baik lagi adalah kebanggaan yang melahirkan inspirasi dan motovasi untuk berbuat yang lebih baik.

Yang tidak diharapkan adalah membanggakan masa lalu hanya sebagai penawar sementara kemalasan dan sikap tidak mau berjuang masih lekat dengan kepribadian. Kebanggaan masa lalu yang hanya dijadikan alas an dan apologia semata. Kebanggaan yang tidak menginsvirasi. Kebanggaan yang tidak menggerakkan dan tidak memotivasi untuk bangkit da bergerak meraih masa depan yang lebih baik.

Maka mengkaji sejarah bukan hanya mengenal dan menghapalkan tokoh, waktu dan tempat kejadian. Namun dari tokoh sejarah kita haru menggali factor-faktor yang membuat ia sukses atau factor-faktor yang menjadikanny gagal. Ethos kerja dan kegigihan dan seperangat sifat dan sikap baik yang ada pada seorang tokoh yang harus kita sibak dan terapkan. Juga sifat-sifat buruk yang ada pada satu tokoh sejarah yang membuatnya gagal dan hancur mesti kita kuak lalu setelah it kita tinggalkan dan hentikan sifat-sifat itu dari diri kita.

Mengkaji sejarah memang bukan melulu mengahapal titi mangsa. Belajar sejarah adalah menggali inspirasi dan motivasi. Pertanyaan yang dapat dilontarkan adalah Why, Hoe dan What if. Petanyaan kritis inilah yang akan menguak rahasia sejarah yang paling tersembunyi. Lalu kita sarikan dalam pola-pola, format-format, trik jitu, jurus, metode, pendekatan, dan cara-cara lama atau filsafat lama yang bisa kita kembangkan sebagai bahan acuan untuk masa depan. Zaman berganti, sejarah akanmengulang dirinya, dulu ada Sulaiman maka di masa yang akan datang aka nada orang yang seperti Sulaiman. Dulu ada Fir’aun maka di masa depan aka nada orang yang seperti Fir’aun.

Zaman berlalu, tapi kenangan tidak akan terhapus Tempus Fugit, Non Autem Memoria.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

  1. jadi kedah belaraj tina sejarah w nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. JASMERAH . . . jangan pernah melupakan sejarah Pak, begitu katanya . . . hehe

      Hapus

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.