Prolog Acara Pemasrahan Pengantin Pria Adat Sunda

Prolog Acara Pemasrahan Pengantin Pria. Dalam Budaya Sunda lazim bila Pengantian Pria datang ke Pengantin Wanita. Dan sudah menjadi adat bila yang dipasrahkan adalah Pengantin Pria kepada Keluarga Pengantin Wanita. Ini adalah adat. Dan tentu untuk selanjutnya setelah Akad Nikah Pengantin Wanita lah yang harus dipasrahkan oleh keluarganya kepada Pengantin Pria.

Setelah acara Gunting Pita dan Kalung Bunga dalam Adat Sunda ada yang disebut Seren - Tampi. Bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia maka acara ini adalah acara SERAH-TERIMA.


Seperti dijelaskan di atas maka yang menyerahkan adalah dari keluarga calon pengantin pria. Dalam hal ini biasanya diwakili oleh tokoh masyarakat yang disertakan dalam rombongan keluarga atau dari keluarga sendiri. Dan selama ini penulis belum pernah menghadiri upacara pernikahan yang acara SEREN-Tampinya langsung oleh mempelai itu sendiri.

Biantara atau pidato pemasrahan dari pihak keluarga calon penganten pria dapat dilihat di sini.

Adapun dari keluarga calon pengantin wanita bertindak sebagai yang menerima. Dan pidato penerimaan dari keluarga calon pengantin wanita dapat dilihat di sini.

Dalam ulasan ini akan segera dicatat contoh Prolog MC saat memandu acara Pemasrahan Pengantin Pria. Teks ini berdasarkan referensi dari susunan Bpk Mudin, S.Pd.I staf pengajar SMPN I Cidaun. Inilah Selengkapnya.

PAMASRAHAN PANGANTEN PAMEGET

Wargi sadayana!
Tamu cunduk saabrulan
Semah datang babantayan,
Kalawan cunduk sanes mung ukur ngabrul,
Ngaleut sanes mung ukur ngeungkeuy,
Rupina bae manggul maksud anu tangtu,
Ngemban maksad nu utama,
Boh bilih bade bewara ngebrehkeun hiji pamaksadan.

Kukituna,
Sumangga anu jauh urang deukeutkeun,
Nu deukeut urang cindekeun,
Urang susul ka puhuna,
Urang papay ka akarna,
Urang regepkeun pamaksadanana.

Ku hal kitu,
Kanu kaselir jadi wawakil,
Ti pihak calon panganten pameget,
Anu baris ngawincik niat nu pasti,
Ngaguar maksud nu tangtu,
NNgabahas maksad  nu aya.

Sumangga nyanggakeun ka Bpk Zhavira Syarifa (contoh),
Salaku wawkil ti pihak panganten pameget.

Demikian prolog untuk acara pemasrahan pengantin pria. Epilog untuk pemasrahan ini dapat dilihat di sini.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.