Panta rei, Everything is flowing


“Alhamdulillah saya telah menjadi ayah.” Itu yang terdengar dari salah satu teman saya. Memang serasa belum lama kami bermain bersama dan memasang cita-cita seinggi-tingginya. Serasa belum lama kami bersekolah dan mencari pengalaman. Dan sekarang raga sudah menua. Jenggot, cambang, otot, dan kerutan di muka semakin menampakkah rahasia umur kami yang menuju kearah tua.


Panta rei, Everything is flowing. Semua telah berubah. Wajah polos dan kata-kata sederhana yang dahulu menghiasi diri kami sekarang berubah. Wajah yang menampakkan kesungguhan. Kerutan di kening mengukir banyaknya persoalan yang menuntut diselesaikan. Kata-kata candaan sedehana telah berganti dengan muatannya yang lebih dalam.

Dulu masih anak-anak sekarang sudah menjadi ayah. Dulu ayah sekarang menjadi kakek. Dulu sederhana berubah serba ada. Dahulu bersedih sekarang bahagia. Semua berubah. Semua berubah.

Apa yang harus kita persiapakan ?

Dengan pemahaman akan sifat dunia yang terus mengalami perubahan. Maka diri jangan statais dan stagnan. Karena air pun akan makin berdaya bila ia mengalir. Ia akan tambah guna dengan memberikan daya bagi kehidupan lain. Air yang tidak mengalir akan membusuk karena akan ditinggali oleh makhluq-makhluq penguji, ada kiman, virus, bakteri, nyamuk, dan banyak lagi. Tubuh kita harus mengalir ke tempat yang tinggi. Seperti air yang naik ke atas menjadi awan yang siap kembali memabsahi bumi. Maka dekatkanlah diri dengan Allah yang Maha Kuasa menganggkat kita ke ketinggian lalu memberikan kita kemampuan untuk memberikan harapan semangat dan kedamaian kepada makhluq Allah yang lain.

Dengan ini berubahlah kea rah yang lebih baik. Kuatkanlah tekad untuk selalu memanfaatkan perubahan zaman yang positif. Jadilah manusia yang bisa merubah lingkungan sekitar berubah dengan perubahan yang baik.

Apa yang harus kita waspadai ?

Yang harus diwaspadai adalah kita tidak bersiap dan terlena dengan perubahan zaman. Kita jangan lupa akan misi hidup. Hakikat hidup adalah beribadah. Beribadah berarti berperang dengan pihak lain yang tercipta untuk menguji iman kita.

Kemudian kita jangn terlena dengan perubahan. Karena hakikatnya esensi dari kehidupan ini idak berubah. Orang sering bilang bahwa sejarah selalu akan terulang. Hanya pemeran dan latarnya saja yang berubah sedangkan lakinnya tidak berubah. Sebesar apapu perubahan maka tetaplah berpegang pada keenaran dan akhlaq mulia.

Ingat kata pemimpin ummat; Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka ia adalah orang yang beruntung. Kalau dalam istilah pedagang beruntung itu akan memperoleh laba yang banyak.

Panta rei, Everything is flowing. Hanya kepada Allah yang maha kekal kami berserah diri

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.