Makanya Jangan Usil, Begini Akibatnya

Berbicara tentang Usil memang suka ingin ketawa. Beberapa guru seorang guru menerangkan tentang materi pembunuhan. Katanya ada 3 jenis pembunuhan. Pertama, pembunuhan disengaja, yaitu dengan sengaja dan rencana serta alat yang biasa dipakai untuk melakukan pembunuhan.

Kedua, pembunuhan seperti disengaja, misalnya menepuk punggung teman tanpa niat membunuh tapi temannya langsung meninggal. Yang ketiga pembunuhan jenis salah sasaran, misalnya niat menembak burung kena kepala orang dan yang kena tembak meninggal. Pas menerangkan bagian kedua barulah pembahasan menjadi sangat luas. Ia mewanti wanti agar jangan usil seperti menggelitik teman hingga pingsan dan meninggal.

Makanya Jangan Usil, Begini Akibatnya


Cerit usil banyak sekali tersiar. Ada cerita etnik yang cukup lucu dari Papua tercinta. Ceritanya ada yang lapar mau ke restoran tidak punya uang. Ia langsung berfikir dan langsung dapat ide. Ia makan tapi makan seperti orang gila dengan membuat wajahnya banyak kena makanan hingga babak belur dan ia menjilat makanan langsung dari piringnya. Pemilik warung langsung bilang, "kau makan kaya anjing." Yang dikatain enjoy saja melanjutkan makannya. Setelah selesai ia langsung pergi tanpa membayar. Yang punya bilang, "hai kamu udah makan main pergi aja, bayar dulu." Dengan nada dingin orang itu menjawab, "mana ada anjing makan suka bayar." Mendengar jawaban itu yang punya hanya melongo saja.

Ada lagi yang usil di sebuah pesantren. Di tempat imam ada semacam kayu siwak untuk membersihkan gigi sang imam. Suatu hari pengasuh pesantren ada keperlua ke luar daerah hingga menitipkan pesantren kepada lurah santri. Melihat pa kyai pergi santri yang suka jail jadi dapat ide. Yang jadi imam zhuhur nanti pasti kawannya yang lurah santri. Ia langsung saja dapat ide usil. Ia lumuri kayu siiwak dengan cabe dan menympan kembali di tempat semula. Saat itu sang lurah santri yang waspada tahu kelakuan santri jail tadi. Saat zhuhur tiba dan shalat akan segera didirikan sang lurah santri menengok kepada kawan-kawannya dan langsung ia bicara, "Abah telah menitipkan pesantren kepada saya, jadi semua ada dalam pengaturan saya, maka dengan ini saya meminta kepada yang berdiri di pojok kanan untuk jadi imam." Kebetulan yang berdiri di sudut kanan masjid adalah santri jail. Mendengar ucapan lurah santri yang menunjuknya untuk jadi imam sang santri usil cuma bisa nyengir dan ingat akan dosa-dosanya. Ia membayangkan betapa tersiksa dirinya saat kayu siwak mulai mengenai mulut dan lidahnya.

Kemudian kejadian usil juga terjadi di mesir. Seorang supir bus yang malas untuk diperiksa urinnya meminta kepada isterinya untuk meminta urin isterinya. Ia langsung saja membawa urin isterinya itu ke tempat pemeriksaan.

Setelah selesai dan hasilnya telah ada mendadak suasana ruangan para dokter mendadak ramai. Hal itu karena ternyata ada urin seorang supir bus yang laki-laki positif dinyatakan hamil. Tentu saja ini mengagetkan.

Mendengar kebisingan tersebut sang sopir cuma bisa nyengir aja dan sadar akan kelakuannya yang jail.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.