Kenapa Nabi Selalu Berdo'a

Maaf bila petanyaan ini dianggap tidak sopan. Orang Awan hanya ingin menjawab dengan beberapa pengetahuan sederhana yang pernah didapatkan. Dengan ini bukanlah Orang Awam ini merasa bisa menjawab.

Pertanyaan di judul di atas sangat sepadan dengan pertanyaan "Kenapa Nabi Sanat Rajin Ibadahnya? Bukankah ia telah diampuni dosa-dosanya?". Yang pantas menjawab tentu Nabi sendiri, dan Nabi telah menjawab. Nabi ingin bersyukur kepada Allah SWT.

Bila Nabi begitu semangat dan giat dalam ibadah sementara ia telah "ma'shum" dari dosa kenapa kita masih leha-leha. Padahal kita boro-boro ma'shum, akhlak dan kelakuan kita saja ssudah dipandang dan dinilai buruk oleh anak-anak kita. Sepertinya perbuatan nai yang begitu sangat semangat beribadah harus menjadi teladan bagi kita sebagai ummatnya.

Pernah ada kisah yang disampaikan salah seorang guru kami saat nyantri dahulu. Bahwa pada suatu malam nabi memerintahkan kepada para sahabat untuk menjaga kemahnya, karena kemungkinan datangnya musuh di malam itu cukup punya kemungkinan besar. Tanpa ba bi bu lagi para sahabat antusias menyambut perintah Nabi, dan Beliau segera masuk kemabli ke dalam kemahnya. Malam semakin larut. Sesaat kemudian para penjaga kemah Nabi mendengar suara menderu yang bercampur dengan derunya angin gurun. Para sahabat kemudian berupaya menghampiri suara itu, takut-takut ada pasukan musuh yang akan menyerang. Baru beberapa langkah kuda mereka melompat terdengar suara yang sangat mereka kenali, "tenanglah kalian, tidak ada apa-apa, Aku telah memeriksanya, itu hanya angin gurun." Saudara sudah bisa menebak, bahwa itu yang berbicara itu adalah Nabi sendiri. Betapa hebat dan cekatannya Beliau, hingga para penjaganya pun dibuat kalah langkah dengannya.

Nabi Paling Semangat dalam Berdo'a

Kita tahu bahwa Beliau SAW adalah kesayangan Allah. Dia yang paling dicintaiNya. Sudah maklum bahwa kekasih akan selalu ingin membahagiakan kekasihnya. Dan Allah kita tahu tidak pernah menyakitinya. Nabi sendiri tidak pernah merasa dizhalimi oleh Allah. Sungguh luar biasa teladan hidupnya.

Allah tahu kebutuhannya. Dan hatinya yang selalu tersambung kepadaNya tentu terus meminta padaNya. Lantas kenapa lisan dan tubuhnya masih pula terus merunduk dan lisannya terus mengucap pinta. Kita pasti bisa menjawab, bahwa ia sedang mendidik ummatnya bagaimana beribadah dengan sepenuh jiwa dan raga kepadaNya.

Bila Nabi saja sangat bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam berdo'a, lantas kenapa kita masih malas berdo'a. Berdo'alah dan memintalah sebanyak-banyaknya dan sekhusyu'-khusyu'nya.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.