Ilmu Terbang Zaman Dahulu dan Sekarang

Cerita tentang adanya manusia yang bisa terbang di udara tanpa alat banyak tersiar di antara kita. Dari mulut ke mulut ceritanya mengalur deras. Seringnya orang bercerita membuatnya semakin populer. Masyarakat modern yang mendengarnya sering menyebutnya sebagai legenda masa lalu.


Masa Lalu

Di daerah penulis ada cerita tentang Eyang Jaya Lesmana yang terbang dari Lemah Luhur dekat Pantai Citihuk. Dengan hanya mengucap "Bismillahirrakmanirrakim" ia langsung saja melayang-layang terban di angkasa. Cerita ini begitu melegenda hingga beberapa waktu yang lalu seorang pekebun ada yang kedatangan makhluk yang besar dan tinggi, ia mengaku sebagai Eyang Jaya Lesmana.

Ada lagi cerita yang berlatar Batu Kukumung di Pantai Karangwangi. Alkisah, setelah Prabu Kian Santang pulang dari Makkah, ia punya misi untuk mengislamkan tanah jawa. Sebagai putera mahkota Pajajaran pertama-tama ia mengajarkan Islam kepada kerabat dekatnya, termasuk ayahnya, Sri Baduga Maharaja, yang sering disebut Prabu Siliwangi.

Salah satu ajaran Islam adalah Khitan. Dan bagi orang yang baru masuk Islam kewajiban ini berlaku. Maka diputuskanlah bahwa tempat untuk melaksanakan sunatan adalah di Pantai Selatan. Tempat itu sekarang dikenal sebagai Batu Kukumung. Kejadian selanjutnya adalah karena ada kaifiat atau tatacara sunatan yang kurang tertib akhirnya orang-orang jadi pada takut, termasuk Prabu Siliwangi. Akhirnya Prabu Siliwangi meninggalkan tempat itu dan ia terbang, lalu lari di atas air dan menerobos ke dalam perut bumi. Melihat ayahnya pergi, Prabu Kian Santang menyusulnya. Ia juga terbang, lari di atas air, dan lalu masuk menerobos ke dalam perut bumi.

Begitulah cerita-cerita orang bisa terbang yang ada di daerah kami, dekat Pantai Selatan tepatnya sekitar Pantai Jayanti - Cidaun - Cianjur. Kebenaran cerita ini tentu membutuhkan penelitian lebih lanjut. Namun faktanya sekarang belum ada yang bisa mampu terbang tanpa alat seperti dalam cerita itu.

Masa Kini

Pada masa kini, manusia modern tidak menggunakan jampi-jampi untuk bisa terbang. Kini setelah ilmu dan teknologi semakin canggih, manusia lebih bisa terbang. Tentunya bukan dengan memiliki ilmu kenuragaan tinggi, namun dengan menggunakan teknologi.

Keunggulan teknologi dibanding dengan ilmu-ilmu kanuragaan masa lalu adalah lebih banyak yang bisa memanfaatkannya dan manfaat yang diambil sangta besar. namun begitu tentu kemajuan teknologi bagi yang tidak siap mental atau punya karakter buruk sering menyebabkan kerusakan.

Sekarang pesawat terbang mampu membawa ratusan orang terbang melewati jutaan KM. Kemampuan terbangnya pun sangat tinggi. Bahkan satelit dengan rancangan tertentu mampu terbang hingga ke bulan bahkan planet lain.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.