I am on a very Loose Schedule Today

Orang tua bilang bila kita ke kebun jangan lupa menanam. Tanamlah apa saja yang bermanfaat. Tanaman yang bermanfaat akan berguna bagi kita atau bagi orang lain. Keberkahan akan semakin banyak bila banyak orang yang merasakan manfaat dari tanaman itu. Ingat yang ditanam harus bermanfaat.

Bila kita sedang libur dan tidak punya acara maka sebaiknya kita adakan acara dan segera bagkit untuk menyibukkan diri. Menganggur itu tidak baik. Syetan dan bisikan jahat sering kali terdengar nyaring ketika seseorang rehat dan tidak ada yang dikerjakannya.

Maka bagi seorang muslim yang beriman kepada allah dan hari akhirat ilmu pertama yang harus dikuasai adalah ilmu tentang sifat-sifat allah. Kedekatan dengan-Nya harus terjalin bedasarkan ilmu. Setelah ilmu lalu beramal sesuai dengan petunuk ilmu itu.
Dalam ilmu agama diterangkan bahwa kita sedang berjalan dan perjalanan ini sebenarnya tidak berhenti meskipun kita sedang diam, istirahat, dan tidur. Karena setiap saat mengantarkan kita kepada tempat yang berbeda dan semakin dekat dengan fase-fase perjalanan berikutnya.

Maka bagi yang sedang berjalan harus menyadari bahwa perjalanannya ini sangat jauh tapi sebentar. Hidup di dunia bagaikan seorang musafir yang sejenak berteduh lalu berangkat kembali.

Kita ibarat orang yang akan berlayar mengarungi samudera nan luas. Maka kita tidak boleh lengah dan menganggur. Selamanya kita waspada dan harus menerapkan giliran jaga dan tidur agar semua tidak menganggur. Semua bekerja sama dalam ritme dan harmoni yang serasi.

Bagi yang akan berlayar maka harus memeriksa kelengkapan kapal kita. Layarnya jangan ada yang robrk, jangkarnya harus terpasang dengan baik. Kayu dan besi jangan sampai ada yang rusak, patah dan lapuk. Semua peralatan navigasi, kompas dan peta harus diperiksa jangan sampai ada yang tidak berfungsi.

Kemudian kita harus membawa bekal yang cukup karena perjalanan sanga jauh dan memakan waktu lama. Kekurangan bekal dapat menghambat kelangsungan perjalanan.

Bekal yang dibawa seyognya adalah bekal yang bermutu dan bermanfaat. Kualitasnya harus terjamin. Jangan membawa bekal yang hanya akan menjadi sampah dan beban yang merepotkan yang hanya memberati timbangan muatan kapal.

Dan pastinya lautan itu teramat besar kekuatannya. Hanya Allah yang mampu menundukannya bagi kita. Maka dengan ini kita harus selalu menghubungkan diri dan mohon perlindungan kepada yang telah menciptakan laut.

Selanjutnya kepemimpinan dari sang nakhoda dan pengawasan dari para petugas harus ditingkatakan. Juga setiap pribadi harus terlebih dahulu mengamankan dirinya sendiri dan jangan sungkan untuk menegur orang lain yang berbuat salah. Ingat satu titik lubang saja tembus bisa jadi bencana yang mengkaramkan kapal dan isinya.

Mari kita tanam benih-benih kebaikan meskipun kiamat sudah di depan mata.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.