3 Amal Terberat di Dunia yang Meninggikan Derajat Manusia

Tanpa amal baik maka tertutup sudah peluang kita untuk dekat kepadaNya. Dan yang paling dekat kita dengan-Nya adalah di sorga-Nya. Dan di dunia saat paling dekat kepada-Nya adalah saat kita bersujud kepadanya. Kita tempelkan kepala kita ke lantai sampai titik paling rendah dan kta sempurnakan sujud kita dengan menekan kepala lebih berat dan kening terbuka. Tiada organ tubuh yang lebih dihormati kecuali kepala. Dan kita ikhlas merendahkannya dihadapan Allah yang Maha Tinggi.

Beramal setiap helaan nafas adalah upaya kita agar setapak, sehasta, selangkah lebih dekat pada-Nya. Kita berupaya merawat rasa percaya dan selalu mengandalkan-Nya. Kita berupaya nama-Nya menjadi buah bibir hingga namanya terkenal dan masyhur. Hati kita makmur dengan ratap, harap dan pinta pada-Nya. Dan sedetikpun kita berusaha untuk mempercayakan apapu kepada-Nya.

Berat - Ringan Amal

Diantara keistimewaan yang Allah berikan adalah ada banyak amalan-amalan yang mudah namun berpahala besar. Misalnya saat ita bertasbih maka kita akan diberikan banyak pahala dan timbangan amalan kita dipeberat.

Kemudian saat kita shalat, puasa, berzakat, berhaji, infaq dan lain-lain kita sama artinya telah membangun istana megah di sorga nanti. Kita mendengar bahwa orang yang mengantar jenazah hingga dikubur mendapat pahal besar. Besarnya sebesar Gunung Uhud. Belum lagi amalan-amalan lainnya. Dan itu akan ditimbang dan dihitung serta tentu tercatat rapi yang tidak melewatkan sesuatu pun.

Amalan-amalan itu harus dilakukan dengan ikhlas dan karena Allah. Bila itu karena ingin dipuji semata, mengharapkan keridoan manusia, atau sedang menipu mata orang lain dan menjaga image baiknya, maka kita tahu bila begitu amal kita yang besarnya bagaikan Mount Everest itu akan berterbangan dan dilipat-lipat bagai baju kotor dan dilempar ke muka kita sebagai tanda amal kita tertolak.

Amalan Berat

Tentu banyak amalan-amalan yang dirasa berat bagi manusia. Diantara yang bisa kita sebutkan adalah berderma. Harta yang dari awal kita kumpulkan. setiap hari kita menjaga dan berupaya mengemangkannya, tahu-tahu kita ada yang butuh lebih dari kita. Itu tentu berat.

Sebut lagi misalnya berjihad di medan perang. Dari dulu hingga kini amalan ini tentu berat. Kita harus meninggalan keluarga dan harta kita. Dan satu lagi kita tidak tahu apakah kita bisa berkumpul lagi atau tidak dengan mereka. Terus nyaw pemberian Allah satu-satunya harus pula dipertaruhkan. Ini sangat berat.

Tiga Amal yang Termasuk Berat

Rasulullah telah bersabda bahwa bila kita ingin mendapatkan keluhuran derajat dalam pandangan Allah mak kita harus mampu melakukan amalan-amalan ini. Kenapa ini berat? Secara fakta ini teramat menyesakkan dada bagi kebanyakan orang.

Pertama, Berbuat welas asih kepada orang yang telah berbuat bodoh pada kita. Tentu hati manusia bukan seperti besi atau baja yang tahan pukul. namun ia ada yang bagaikan air yang cepat menghilangkan bekas sabetan pedang atau yang lain. Ada yang ibarat batu yang bila kita mengukir di sana akan berbekas sangat lama. Ada yang seperti kaca yang mudah pecah dan remuk.

Dengan ilmu dan iman serta tekad baja meski amal ini berat tapi kita yakin akan bisa. Besarkan lah hati dan berikan maaf yang tulus. Inginnya kita membalas, namun itu sangat tidak perlu. Bila kita ingin mengajarinya satu pelajaran maka sampaikanlah dengan cara yang paling baik.

Kedua, Memberi kepada orang yang tidak memberi pada kita. Yang kedua ini juga termasuk yang dirasakan berat. Yang diinginkan nafsu amarah kita adalah membalas. Saat ia butuh pada kita maka kita akan menolak untuk memberi bantuan kepadanya.

Namun membalas adalah tidak dianjurkan. Tetap pada Teladan dari Nabi bahwa kita harus mengupayakan memberikan bantuan yang dibutuhkannya. Sedekah atau pemberian bantuan ini akan membuat kita menjadi bisa banyak memberi. Dan memberi akan membuat otak dan hati kita bahagia. dan bahagia adalah kekayaan yang paling hakiki.

Ketiga, menyambung silaturahim dengan orang yang memutuskan silaturahim dengan kita. Bagi yang sanggup menjalaninya akan mendapatkan kebaikan yang berlipat. Ia akan mudah rizkinya dan diluaskan kesejahteraan hidupnya, ia akan berumur anjang meski pun usianya pendek karena kebaikannya terus dibicarakan orang seolah ia hidup terus.

Itulah amalan-amalan berat yang pahalanya berjuta kali lipat. satu lagi keistimewaannya adalah yang mampu melakukannya akan diberikan pangkat, derajat, kedudukan oleh Allah swt dengan derajat tertinggi. Semoga kita termasuk yang mampu melakukannya.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.