Mang Engkos: Gak Mungkin Allah Gak Bertanggung Jawab

Benar kata orang, bahwa sebagai manusia kita harus terbuka dalam mengambil pelajaran. nasihat berharga baik dari guru atau orang tua harus kita perhatikan. Ungkapan atau kata-kata mutiara baik dari Kitab Suci, Hadits Nabi, atau ungkapan-ungkapan dari para 'alim ulama serta asaatidz harus kita resapi. Kunci pertama yang harus dilakukan adalah membuka hati dan pikiran.

Nasihat terutama sangat penting sekali saat kita merasa berada dalam suasana yang sulit, terpojok atau sedih. Saat itu biasanya hati tidak tenang, pikiran gelap, akal menjadi tertutup. Semua seakan terkunci dan seberkas cahaya pun seakan enggan untuk menembus.

Paling baik ketika saat-saat itu adalah menghadapinya dengan tenang dan kebesaran jiwa. Sering-sering lah menghubungkan diri dan mendekat kepada Allah. Membaca yang buku kumpulan kata-kata mutiara adala salah satu yang bisa dilakukan. Atau kalau tidak kita harus mendekat kepada para sesepuh atau ulama yang mengerti benar hakikat kehidupan ini. Orang tua biasanya akan lebih mengena dalam berkata-kata karena mereka telah banyak melalui berbagai pengalaman hidup.

Kemudian yang harus pula dilakukan adalah berkumpul dengan sahabat-sahabat yang berbudi luhur dan berakhlaq mulia. Mereka akan memberikan kita petunjuk dan semangat baru dalam menjalani hidup. Mereka akan mendorong kita untuk kembali melaju dan melangkah ke depan dengan bekal pelajaran dari pengalaman di masa lalu.

Dalam hal ini ada satu ungkapan menarik dari salah satu kawan. Sudah sering kali Orang Awam ini mendengarnya. Tapi ia tepat saat memngungkapkannya. Tepat waktu dan saatnya, barangkali beliau mengungkapkannya dengan penuh tekanan dan timbul dari jiwanya. Ia mengatakan, "Bila ada sesuatu yang terjadi berarti itu taqdir Allah, Taqdir Allah semuanya baik, Allah pasti bertanggung jawab terhadap keputusanNya."

Sangat tepat. Semua yang datang dari Allah semuanya baik dan benar. Bahkan keburukan dan kedzaliman tidak bisa dinisbatkan kepadaNya. Tinggal manusia yang menjalani Taqdir Allah itu yang harus berupaya memahami dan berupaya menjalankan Taqdir itu dengan penuh kesadaran.

Allah yang Maha mengetahui pasti akan bertanggung jawab dengan yang ia perbuat. Meskipun begitu Ia tidak perlu lagi ditanya-tanya tentang hikmah dan perbuatanNya. Ia sudah sangat tepat dalam menetapkan semua ketetapanNya. Bila saja kita tidak ridho kepada Taqdir dan ketetapanNya maka itu tidak mungkin dan tidak akan bisa. Karena Allah telah menyatakan bahwa siapa yang tidak rela dengan keputusannya berarti harus mencari tuhan selainNya dan Allah menyuruh pergi ke bumi yang bukan milikNya. Dan itu semua tidak mungkin. tiada Tuhan Selain Allah, dan Allah adalah Tuhan seluruh alam.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.