Siapakah yang Celaka Pada Bulan Ramadhan


Ramdhan bulan penuh berkah. Begitulah kalimat yang sering kita dengar saat Ramadhan tiba bahak hari-hari sebelum ia tiba. Dalam hadits-hadits Rasulullah saw kita mendapatkan penjelasan yang menarik hati dan membuat jiwa rindu terhadapnya. Semangat beramal tumbuh dengan adanya pernyataan dari Rasulullah akan manfaat, hikmah, fadhilah, dan keutamaan-keutamaan di dalamnya.
Baik kita simak beberapa hadits Rasulullah yang menggambarkan hal tersebut;

"Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama."

"Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya."

Sangat menarik hati bukan. Dengan redaksi yang jelas dan mudah difahami Rasulullah menggambarkan apa itu Ramadhan. Dan kita tergerak dengan tauladan yang diberikannya karena ia begtu yakin dengan ucapannya.

Namun begitu Rasulullah saw juga memberikan pernyataan atau peringatan yang juga harus kita perhatikan dan berusaha untuk tidak melakukan hal yang ada dalam peringatannya. Imam Nawawi dalam salah satu pernyataannya juga memperingatkan kita tentang ini. Ia berkata; “Celakalah kaum Ramadhaniyyin. Mereka tidak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadhan.”

Rasulullah saw bersabda;

 "Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini." 

Bagi kita yang akan berpuasa pada bulan Ramadhan jangan sampai kita termasuk orang-orang yang celaka. Dan kita harus mencari tahu bagaimana caranya agar kita tidak termasuk orang-orang yang celaka atau tidak mendapat ampunan itu tadi. Caranya masih ada dalam kelanjutan hadits di atas, yaitu: denga mengingat atau membayangkan kengerian dan edahsyatan hari qiamat. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut.

Cara #1
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.

Cara #2
Muliakanlah orang tuamu,

Cara #3
sayangilah yang muda,

Cara #4
sambungkanlah tali persaudaraanmu,

Cara #5
jaga lidahmu,

Cara #6
tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.

Cara #7
Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Cara #7
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.

Cara #8
Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih

Itulah cara kita dalam rangka melaksanakan peringatan Rasulullah saw.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.