Shalat Istikharah Rasulullah saw

Ingin hidup kita lebih terarah maka rajin lah beristikharah. Ajaran Rasulullah tentang shalat istikharah bagaikan pelita diantara pelita-pelita ajaran Islam yang memberikan cahaya bagi orang-orang yang sedang mencari arah yang tepat. Dalam hidup ini sering kali kita menghadapi kejadian yang membingungkan. Maka selain dzikir yang dapat menenangkan hati, munajat yang mendekatkan manusia dengan Tuhannya, Shalat istikharah memberikan satu jalan lagi bagi kita untuk menghadapi kebimbangan dalam memutuskan dua hal atau banyak hal yang sepadan.

Dengan shalat istikharah kita menggabungkan antara do'a, dzikir, munajat, dan shalat dalam satu bentuk ibadah. Istikharah awalnya menyiapkan diri untuk memikirkan keputusan terbaik dengan daya analisis kita dan menyiapkan diri untuk menghadapi kejadian berikutnya. Saat memlih dengan jalan istikharah terlebih dahulu maka keputusan akan diberkahi.


Bukan hanya yang sedang bingung mencari jodoh yang harus istikharah. Para guru atau para pendidik harus pula beristikharah dalam menentukan metode atau tata cara terbaik dalam mendidk dan mengajar. Hakim yang akan memutuskan satu perkara pelik harus pula rajin istikharah. Para muhaddits yang bergelut dalam jarh wa ta'dil harus pula rajin istikharah.

Teringat dengan perkataan mas Pepeng yang berani menghadapi masalah dan membiarkan Allah saja yang mengatasi masalah. Maka istikharah adalah jalan lapang dan lurus yang menenangkan.


Dalam melakukan Shalat istikharah dan tujuan kita untuk memperoleh jawaban terbaik, maka kita harus mengiringinya juga dengan perbaikan diri dan semangat dalam mendekatkan diri dan berbakti kepada Allah. Maka kefardhuan harus diperbaiki dan yang sunnah harus pula mulai ditekuni.

Shalat sunnat istikharah dapat dilakukan kapan saja. Dianjurkan dilakukan pada 1/3 malam terakhir menjelang shubuh. Tata caranya sama dengan tata cara melakukan shalat sunnat 2 rakaat. Rakaat pertama setelah al-Fatihah dianjurkan membaca surat al-Kafirun. Dan pada rakaat kedua setelah al-Fatihah dianjurkan membaca surat al-Ikhlash. Kita bisa melakukannya 2 rakaat atau lebih dengan dilakukan 2 rakaat 2 rakaat. Badan, pakaian, dan tempat shalat harus bersih dan suci.

Setelah melakukan shalat kita bisa langsung berdo'a atau berdzikir terlebih dahulu. Do'a nya adalah;

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

Artinya :“Ya Allah hamba memohon agar Tuhan memilihkan mana yang baik menurut Engkau Ya Allah. Dan hamba memohon Tuhan memberikan kepastian dengan ketentuan-Mu dan hamba memohon kemurahan Tuhan yang Besar lagi Agung karena sesungguhnya Tuhan yang Berkuasa sedang hamba tidak tahu dan Tuhanlah yang amat mengetahui segala sesuatu yang masih tersembunyi. Ya Allah, jika Tuhan mengetahui, bahwa persoalan ini (sebutkan permasalahan yang anda hadapi) baik bagi hamba, dan baik pula akibatnya bagi hamba, maka berilah perkara ini kepada hamba, dan mudahkanlah ia bagi hamba, kemudian berikanlah keberkahan bagi hamba, dan penghidupan hamba, dan jika tidak baik akibatnya bagi hamba, maka jauhkanlah ini dari hamba dan jauhkanlah hamba dari padanya. Dan berilah hamba orang yang rela atas
anugrah-Mu.”

Demikianlah selintas tentang shalat istikharah.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.