Sedih tak Berujung, Apakah Sebabanya?

Barangkali nanti anda boleh share dan berbagi. Tentang perasaan yang mendadak terasa hampa padahal sedang berada di tengah-tengah keramaian. Bingung jadinya saat mencoba mencari penyebabnya. Yang ini bukan, yang itu juga bukan. Akhrnya cuma bisa tercenung.

Itulah yang mungkin bukan cuma oleh satu dua orang perasaan seperti itu dirasakan. Setelah berbincang dengan beberapa kawan, saya dapati bahwa mereka sering mengalami hal seperti ini. Padahal mereka sedang berbahagia dan tertawa. Hanya saja mendadak saja hati terasa hampa dan pandangan menerawang ke suatu arah yang tak tentu.

Bila kita membuka tulisan Syaikh Ibnul Qayyim, kita akan banyak tahu, bahwa ternyata hampanya hati itu disebabkan dosa. Bahkan ada ulama yang mendapati hatinya hampa, kemudian ia bisa tahu bahwa itu akibat dosa yang diakukannya dahulu.

Mari kita menyimak apa yang ditulis dalam kitabnya, Jawab Al Kafi; Dalam pasal "Dosa Melemahkan Hati" ia mencatat;



فَالذَّنْبُ إِمَّا يُمِيتُ الْقَلْبَ، أَوْ يُمْرِضُهُ مَرَضًا مُخَوِّفًا، أَوْ يُضْعِفُ قُوَّتَهُ وَلَا بُدَّ حَتَّى يَنْتَهِيَ ضَعْفُهُ إِلَى الْأَشْيَاءِ الثَّمَانِيَةِ الَّتِي اسْتَعَاذَ مِنْهَا النَّبِيُّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَهِيَ: « [الْهَمُّ، وَالْحَزَنُ، وَالْعَجْزُ، وَالْكَسَلُ، وَالْجُبْنُ، وَالْبُخْلُ، وَضَلَعُ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةُ الرِّجَالِ] » وَكُلُّ اثْنَيْنِ مِنْهَا قَرِينَانِ
 
فَالْهَمُّ وَالْحَزَنُ قَرِينَانِ: فَإِنَّ الْمَكْرُوهَ الْوَارِدَ عَلَى الْقَلْبِ إِنْ كَانَ مِنْ أَمْرٍ مُسْتَقْبَلٍ يَتَوَقَّعُهُ أَحْدَثَ الْهَمَّ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَمْرٍ مَاضٍ قَدْ وَقَعَ أَحْدَثَ الْحَزَنَ


Dosa itu dapat mematikan hati, membuatnya sakit yang sangat mengenaskan, melemahkan kekuatannya hingga sampai pada tarap lemah pada 8 aspek, yang 8 aspek ini samapi-sampai Rasulullah memohon perlindungan atasnya. Diantaranya adalah, bingung, sedih, lemah, malas, takut, kikir, dililit utang, dan berada dalam paksaan orang. Yang dua yaitu bingung dan sedih selalu bersama-sama. Karena bila hal yang tidak disukai dikhawatirkan terjadi di masa depan, maka itu adalah bingung. Dan bila itu sudah terjadi di masa yang telah terjadi itu berati sedih.


Dari penjelasan di atas maka dapatlah kita simpulkan bahwa yang membuat hati kita hampa atau terkadang tersa sepi padahal kita tidak sedang sendirian tidak pula kita sedang berada dalam kesempitan secara ekonomi, maka itu berarti kita telah melakukan kesalahan yang tergolong dosa.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah kita bertaubat dengan langkah-langkah sebagai berikut. Pertama insaf alias sadar bahwa itu berasal dari dosa yang dilakukan. Tidak boleh menyalahkan orang lain. Kemudian berusaha mencari-cari kesalahan yang mana yang telah kita perbuat. Bila ketemu segera beristighfar. Namun bila tidak ketemu maka kita tetap harus beristighfar, karena kemungkinan justeru karena kita tidak menyadari perbuatan dosa kita ini yang membuat hati kita hampa.

kemudian jangan menganggap kecil dan remeh dosa kita. Karena menganggap kecil dosa itu termasuk dosa besar. Bukankah kita tidak tahu kedahsyatan siksa akibat dosa kecil ini. Dan telah sampai kepada kita riwayat yang menyebutkan ada yang disiksa bukan karena dosa besar yang ia lakukan. Ia disiksa karena tidak berusaha menghindari dan menjaga diri dari cipratan air kencingnya.
 

Setelah itu kita melakukan hal-hal sebagaimana kaifiat kita betaubat. Menyesal, kemudian beritikad tidak mengulangi lagi, memperbanyak amal shalih dan lain-lain. Semoga kita selalau sadar apa yang telah dan akan kita kerjakan, semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang benar. Amin


logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.