Ramadhan: Saatnya Lebih Mendekatkan Diri Kepada Allah


Saat hawa nafsu ditaati saat itu pula kita menjauh dari Allah. Jauhnya kita dari Allah sudah merupakan siksa itu sendiri karena kita jauh dari kasih sayangnya. Makhluk manakah yang sanggup hidup tanpa kasih sayangnya. Hidup tanpa kasih sayangnya berarti hidup dalam keadaan dibenci oleh-Nya. Makhluk manakah yang sanggup hidup dengan murka Allah.

Namun kasuh-Nya luas tak bertepi. Karena kasih-Nya pula ia masih memberikan kesempatan untuk kita mmperbaiki diri. Ia sangat memuliakan yang kembali bertaubat pada-Nya. Bahkan disebutkan Dia lebih “bahagia” dibandingkan dengan orang yang menemukan kembali barangnya yang telah lama hilang.

Dahulu kakek moyang manusia ditempatkan di surge Allah. Kemudian mereka berdua melanggar aturan-Nya hingga keduanya ditempatkan di dunia dengan tugas menjadi khalifah dalam rangka ibadah kepadanya. Kita lihat ketika mereka memperturutkan hawa nafsu hngga lupa akan larangan Tuhannya. Saat itu mereka diperingatkan dan perbutuata mereka tidak diridhai. Maka mereka menjauh dari rahmat-Nya dan Dia pun menjauh. Lalu saat keduanya memohon ampun dengan kaliamt-kalimat yang diajarkan-Nya mereka mendekat dan bertaubat. Mereka diterima karena taubatnya sungguh-sungguh dan mereka didekatkan kembal kepada-Nya.

Kita sebagai cucu-cucu mereka akan berbuat yang sama. Sadar akan banyaknya dosa dan tidak sempurnanya amal merupakan langkah awal kita mendekat pada-Nya. Kita sadar bahwa saat kita berdosa saat itu pula kita sedang jauh dari Allah. Setiap kali melakukan kesalahan atau dosa hati mengakui itu dosa dan penyesalan itu timbul. Kemudian keinginan untuk dekat kepada Allah dan ingin menjalani hidup lebih baik selalu.

Maka saat-saat sekarang adalah saat terbaik untuk menyatakan keinginan itu. Ramadhan sebentar lagi tiba dan kita berharap semoga di Bulan penuh berkah itu kita akan tambah dekat dengan Allah swt. Maka dengan mengucapkan bismillah kita akan memulai semua itu.

Ramadhan: Saatnya Lebih Mendekatkan Diri Kepada Allah

Saat hawa nafsu ditaati saat itu pula kita menjauh dari Allah. Jauhnya kita dari Allah sudah merupakan siksa itu sendiri karena kita jauh dari kasih sayangnya. Makhluk manakah yang sanggup hidup tanpa kasih sayangnya. Hidup tanpa kasih sayangnya berarti hidup dalam keadaan dibenci oleh-Nya. Makhluk manakah yang sanggup hidup dengan murka Allah.

Namun kasuh-Nya luas tak bertepi. Karena kasih-Nya pula ia masih memberikan kesempatan untuk kita mmperbaiki diri. Ia sangat memuliakan yang kembali bertaubat pada-Nya. Bahkan disebutkan Dia lebih “bahagia” dibandingkan dengan orang yang menemukan kembali barangnya yang telah lama hilang.

Dahulu kakek moyang manusia ditempatkan di surge Allah. Kemudian mereka berdua melanggar aturan-Nya hingga keduanya ditempatkan di dunia dengan tugas menjadi khalifah dalam rangka ibadah kepadanya. Kita lihat ketika mereka memperturutkan hawa nafsu hngga lupa akan larangan Tuhannya. Saat itu mereka diperingatkan dan perbutuata mereka tidak diridhai. Maka mereka menjauh dari rahmat-Nya dan Dia pun menjauh. Lalu saat keduanya memohon ampun dengan kaliamt-kalimat yang diajarkan-Nya mereka mendekat dan bertaubat. Mereka diterima karena taubatnya sungguh-sungguh dan mereka didekatkan kembal kepada-Nya.

Kita sebagai cucu-cucu mereka akan berbuat yang sama. Sadar akan banyaknya dosa dan tidak sempurnanya amal merupakan langkah awal kita mendekat pada-Nya. Kita sadar bahwa saat kita berdosa saat itu pula kita sedang jauh dari Allah. Setiap kali melakukan kesalahan atau dosa hati mengakui itu dosa dan penyesalan itu timbul. Kemudian keinginan untuk dekat kepada Allah dan ingin menjalani hidup lebih baik selalu.

Maka saat-saat sekarang adalah saat terbaik untuk menyatakan keinginan itu. Ramadhan sebentar lagi tiba dan kita berharap semoga di Bulan penuh berkah itu kita akan tambah dekat dengan Allah swt. Maka dengan mengucapkan bismillah kita akan memulai semua itu.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.